Menata Hati…

Years ago,

someone i loved tiba2 menjauh..katanya, “maaf nin, aku hrs menata hati…”. Wkt itu, rasanya dongkol bgt..menata hati koq ngejauh, bikin aku sedih, hhhh, blg aja bosen, blg aja mau pergi…pokoknya sejuta rasa deh, intinya “ga banget”.

tapi dear lately,

kayaknya aku yang harus menata hati…menjauhi semua yg ada di hati..kecuali Allah Yang Maha Dekat..menjauh..dan menjauh..maybe one day, pergi ga membuat kita berdua sakit..

Ya dear, kenapa judulnya kudu “menata hati” dl sebelum “pergi”..krn, klo ditanya..aku ga mau pergi..dan mungkin ga sanggup pergi..

tapi kalau kenyatannya aku “harus” pergi???😦

Izinkan aku menata hatiku Ya Robbana…

Menata Hati dekat kepadaMu..semakin dekat..dekat..dan semakin dekat…

hingga tak Kau izinkan seorangpun dekat di hatiku kecuali ia lebih dulu dekat padaMU…

Ya Robb, izinkan aku meminta lagi…

beri hamba kesanggupan menjaga hati yang Kau titipkan

kesanggupan memberikannya hanya padaMu dan pada dia yang mencintaiMu..

aamiin Ya Robbana…

Kabulkan do’aku…

8 Komentar (+add yours?)

  1. insansains
    Jan 17, 2009 @ 15:25:55

    ^_^ Salam bunda…

    Gimana kabar Ais?

    Kembali mengomentari tulisannya. Kadang-kadang kita perlu menjauhi suatu hal untuk mendekat pada banyak hal. Secara kasat mata, “menata hati” nampaknya meninggalkan banyak hal menuju satu hal. Iya benar demikian, kita meninggalkan segala kecintaan yang melekat dalam hati, dan hanya mendekat untuk satu cinta. Cinta sang Pemilik Semesta.

    Tapi justru dengan mendekat pada satu cinta ini, sang jiwa akan dikaruniakan cinta pada segala sesuatu yang mampu menghadirkan cintanya sang pemilik cinta. Termasuk mencintai yang ditinggalkan sebelumnya, dan datang kembali dengan menghadirkan cinta yang lebih suci dan tulus.

    Saya tak sanggup berpanjang kata, takut hanya merupakan pembenaran atas apa yang pernah saya lakukan. Saya akan coba instrospeksi diri lagi. Tapi apa semua perempuan berpikir seperti itu yah? [merasa ditinggalkan] Padahal … (eh.. jadi curhat deh…! gak jadi denk….)

    Saya ikut meng-amin-kan doanya.🙂

    Balas

  2. anintadiary
    Jan 19, 2009 @ 11:44:24

    @insansains…

    Alhamdulillah ais sehat n tambah bawel..😀

    hmmm…itu yg skrg lg saya alami..berusaha meyakinkan diri, klo mmg ini yg benar..yang terbaik menurut Allah…
    ditinggalkan dan meninggalkan, sama2 ga enak, sama2 menoreh luka di hati…
    tapi semuanya fana khan mas?
    hmm…susahnya bs ikhlas…
    semoga Allah menjaga hati kita ya…semoga Allah mengganti yg ditinggal&meninggalkan dengan yang lebih baik di mata Allah..aamiin

    Balas

  3. insansains
    Jan 19, 2009 @ 19:29:11

    ^_^ Alhamdulillah kalo Ais nambah bawel, tinggal bundanya yang mengisi dengan segala hal yang baik. Bukankah seseorang akan mengeluarkan apa yang dimilikinya? Sehingga kalo bawelnya mengeluarkan kata-kata yang baik, tentu isinya bisa ketahuan.😀

    Jadi inget guru saya…

    Jagalah hati..
    Jangan kau kotori…
    Jagalah hati..
    Lentera hidup ini..

    hiks… hiks.. hiks…
    (mudah2an Allah memuliakan beliau dan keluarga2 nya)

    Yups, bunda.. Mari kita jaga hati kita masing-masing. Menjaganya agar tetap bersih, tetap suci, tetap bening, tak ternoda. Jika ada noda dan karat, kita bersihkan dengan qiyamul lail kita. Jika noda itu pun masih menempel di lisan kita, kita cuci dengan ayat2 suci Al-Quran.

    Nampaknya beberapa menit lagi sudah adzan Isya. Saya pamit duluan ya (emangnya tadi bertamu apa? hehehe), mau ambil wudhu, pake baju terbaik, melingkarkan kain sorban ke leher, pake peci, menggunakan wewangian, dan pergi ke mesjid. Salam untuk Ais ya, oia… nitip cubit (cubitan sayang tentunya)😀

    Balas

  4. gombal_trendy
    Jan 19, 2009 @ 20:53:05

    hai, Ninta.
    Udah lama GombaL absen nih ,,,, kangen juga ,,,
    Semoga, Ninta dan Ais sehat2x ,,,

    Rasanya semua orang memang harus selalu menata hati,
    Layaknya kamar yang harus ditata dan dibersihkan setiap hari.
    (Sotoy mode on , , , , ) 😀

    Apapun alasan “dia” pergi ,,, ga usah dipikirin.

    Ibarat orang nyupir mobil, klo nengok keblakang mulu, bisa nabrak mobil yang didepan ,,,
    😀

    yang penting pikirin jalan didepan,
    mo lurus, mp belok kanan, apa belok kiri nihh , , , ,

    he he he ,,,,,
    GombaL emang Sotoyy ,,,,,

    Balas

  5. anintadiary
    Jan 20, 2009 @ 09:31:22

    @insansains…

    Ah, itu pasti Aa tersayang..hehe…Aamiin…Semoga Allah memuliakan beliau…

    ya, u”re right mas, menjaga hati spt menjaga inti jiwa, karena jikalau baik hatinya akan baik juga jiwa dan raga kita..aamiin..(CMIIW yaa..)

    take care..jgn bosen mampir2 yaaa…klo ke masjid lewat sini khan?🙂

    @gombal_trendy…

    ehh gombal..apa kbr?Alhamdulillah kita sehat dan semoga gombal & kelg juga selalu dalam Rahmat Allah..aamiin..

    yup, u’re right, emang ga boleh terus2an liat ke belakang..(biarpun dikit2 boleh, lewat spion ajah…) krn selaen bs nabrak..pegel kalee..hehehe…

    so semangaaaattttttttttt……..!!!!!
    eh btw, sotoy ama soto ayam enakan mana?😉

    Balas

  6. deltapapa
    Jan 20, 2009 @ 16:58:05

    cari lagi ajah

    Balas

  7. Rizal
    Jan 20, 2009 @ 17:09:33

    ^_^ Assalamu’alaikum wr. wb., Mbak Ninta… apa kabarnya? Gimana kabar Ais?
    Lama juga ya saya nggak meninggalkan komentar disini… umm.. tapi saya selalu berkunjung loh.. cuma nggak meninggalkan komentar…

    Soalnya… kadangkala artikel yang mbak Ninta tuliskan… begitu dalam, sampai saya yang bodoh ini… nggak mampu memberikan komentar…

    Seperti halnya artikel yang ini, satu – satunya pikiran yang muncul dibenak saya cuma kata… “Kenapa ya, kita – manusia ini – terkadang sulit untuk terbuka (jujur)…

    Selama kita hidup, masalah pasti selalu ada kan? Bahkan mati pun kita masih punya masalah ^_^, tidak berhenti disitu… di padang masyar pun kita punya masalah… lebih – lebih kalau tercebur ke Neraka… wah.. Big Trouble..

    Eh… kembali ke ‘masalah’ ketika hidup saja… nah… disaat ketika membina hubungan… ada masalah yang muncul… tapi kita tidak coba terbuka, tidak kita komunikasikan… tentu saja jalan keluarnya nggak akan muncul kan?

    Jika kita komunikasikan… paling tidak, peluang untuk memperbaiki setiap kekurangan… Insya Allah… ada.

    Jadi.. kenapa ya kita, manusia ini, sulit banget untuk saling jujur… ^_^

    Maaf nih kalau komentarnya ngaco’ banget…

    Balas

  8. anintadiary
    Jan 21, 2009 @ 15:36:06

    @deltapapa…

    ehm…iya dehh…😀

    @Rizal…

    hmm…mungkin bukan sulit untuk jujur..tapi ga brani jujur..krn sebuah konsekuensi datang mengiringi kejujuran..pahit.sakit.terluka…

    but i got ur point bang…😉
    sudah aku coba menyampaikan kejujuran…n right now i’m trying to be “ikhlas”..atas semua ketetapan Allah itu…

    Yaa Rahman, jadikan hamba ridho atas apapun ketetapanMu..aamiin…

    thanks ya bang…🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: