memaafkanmu…

Dalam Jami’urrasil karangan Imam Ibnu Taimiyah disebutkan bahwa Imam Ibnu Taimiyah ditanya tentang maksud dari Sabar yang baik dan memberi maaf yang baik, serta hijrah yang baik, juga pembagian antara manusia yang taqwa dan sabar. Imam Ibnu Taimiyah menjawab, “ALLAH SWT memerintahkan Nabi-NYA untuk hijrah dengan baik, memberi maaf dengan cara yang baik, dan bersabar dengan baik. Hijrah yang baik adalah hijrah dengan tidak menyakiti, memberi maaf yang baik adalah memberi maaf tanpa ada rasa penyesalan, sabar yang baik adalah sabar yang tidak pernah mengeluh.

(dicopas dr sini)

Astagfirullah…tak mampu aku membendung air mata ini dan ah, apa ini, sakit itu…subhanallah…betapa masih sulit hamba memaafkan dia…sakit ini datang dan datang lagi…Irhamna Ya Robb…ampuni hamba…ampuni ketidakberdayaan hamba 😦

Ya Robbana, sinari hamba dengan cahayaMu…beri hamba kemampuan untuk ikhlas menerima semua ketetapanMu ini…

dan ah, tak seharusnya aku membenci dia Ya Robb, kepedihan itu telah mendekatkanku padaMu..apalagi yang kuharapkan?ini semua lebih dari yang bisa aku minta…

kepedihan yang membuatku tersungkur dihadapanMu…kepedihan yang sama yang telah mengoyak dan menghapus cinta pada makhluk fanaMu itu…kepedihan itu…

masih terasa sakit Ya Robb… 😦

tapi kali ini, kurasa sakit yang indah..indah karena kurasakan kehadiranMu Ya Robb…karena janjiMu..karena CintaMu…kebahagiaan tidaklah kekal, juga tidak kepedihan itu…

Subhanallah…

dengan namaMu…aku memaafkanmu mas…

semoga Allah memaafkanku..aamiin.