rasa itu…

rasa itu…hadir ketika rasa lain tak nyata…

ketika hampa dan hampa saja…

rasa itu…setitik air dalam dahaga panjangku…

mungkinkah ini kumiliki, My Robbiy?

apa ku pantas? apa ini benar nyata?

My Robbiy…jangan biarkan sang laknatullah menyesatkanku lagi…

menyeretku dalam dosa itu lagi….Irhamna Ya Allah….Ampuni aku…😦

rasa itu My Robbiy…begitu mencengkram…begitu memaksa…begitu hidup…begitu terasa nyata…

jangan biarkan rasa itu meraja Ya Robb…

hanya bila ia pantas kumiliki…jadikan ia alasanku merinduMu..lebih dari rinduku kini…

Ya Allah…jadikan setiap nafasku hanya merinduMu…

usir pergi rasa ini Ya Robb, jika hanya kudapat dunia padanya…jika hanya kudapat setetes air…karna kudamba lautan cintaMu Ya Robb..hanyaMu..hanyaMu…

Irhamna Ya Robbiy…kasihanilah aku…beri aku petunjukMu…

ampuni hamba….Yaa ghofururrahiim…

*kala hujan mengiring air mataku sore ini…akh, romantis*πŸ™‚

10 Komentar (+add yours?)

  1. Insan
    Apr 14, 2009 @ 10:28:57

    Menunjuk pada kata apakah β€œitu” pada kalimat β€œrasa itu..”?

    Mungkin tak perlu ada jawaban ya Bunda. Sebab β€œitu” yang bunda rasa mungkin tak jauh terasa dari β€œini’” yang saya rasa. Dan kita sama-sama menginginkan agar β€œini” dan β€œitu” tertutup sempurna, hingga hanya kita dan pemilik jiwalah yang mengetahuinya.

    Bunda… insan mau ikutan nyastra di sini yach…! Tapi gak banyak ah… :d

    * * *

    Sungguh, rasa ini tak mampu pergi. Meski mata telah menyatu lentik. Dan bulan demi bulan lelah mengulum malam. Mengingatnya kini mungkin sebuah dosa. Dan meskipun jiwa telah memiliki surga, rasa ini tetap tak bisa terganti.

    Melengkung harap pada seroja senja. Yang nyalanya makin kini makin temaram. Redup seakan padam. Menantinya kini mungkin menjadi satu-satunya alasan melanjutkan nafas. Meskipun penantian tak selalu berujung pertemuan.

    Kini rasa ini makin menjadi. Saat diri memaksa pupus sang rasa. Payah jiwa ini menanggung rasa. Kala benih pertama tersemai, tak sadar telah tumbuh mengakar. Kini terlambat sudah untuk mengurai. Hanya dapat menunggu tak mengharap bertemu. Meskipun daun-daun nafas telah meranggas. Menjemput renta bahkan ujung nafas. Tapi rasa ini tak pernah akan menjadi kata. Karena ia ada di sini, menyemai indah dalam jiwa. Menjadi kotak perhiasan yang hanya bisa dikenang. Dan menyaksikannya indah bagai bintang… Tanpa pernah bisa dimengerti kata apalagi mata.

    Balas

  2. Rangga
    Apr 14, 2009 @ 11:05:22

    Mencintailah hanya karena Allah
    Mencintailah hanya dengan syariat Allah
    Laa tahzan innallaaha ma’anaa…
    Janganlah kamu bersedih karena Allah bersama kita.

    Balas

  3. Rizal
    Apr 14, 2009 @ 11:14:10

    πŸ™‚ Kita, umat Islam, dianjurkan untuk Shalat Istikharah ketika kita dilanda kebimbanganπŸ™‚
    Bukan begitu, bunda nya AisπŸ™‚

    Semoga bunda nya Ais, Insya Allah dianugerahkan kekuatan, kesabaran, dan yang terpenting… kebahagiaan… Aamiin… Allahumma Aamiin…

    Balas

  4. anintadiary
    Apr 14, 2009 @ 16:37:45

    @Insan…

    *menitikkan air mata*
    sekarang aku tau knp sebuah sastra begitu indah..karena asalnya dari hati…ya khan kang?

    sebuah rasa “ini” dan “itu” yang “Tanpa pernah bisa dimengerti kata apalagi mata”..ya, sepakat kang…πŸ™‚
    semoga kita bisa menikmati semua itu sebagai anugrah ya kang…episode hidup..be tough kang!! I will if you will…πŸ™‚

    @Rangga…

    Ya mas rangga…thanks to remind…πŸ™‚
    Allah beserta kita..indah ya? Dia memang Maha Indah…seindah sore ini…have a nice evening mas…salam ukhuwahπŸ™‚

    @Rizal…

    ya, bang Rizal benar…πŸ™‚

    aamiin..aamiin..Yaa Robbal a’alamiin…terimakasih doa’nya bang…doa yg sama untuk abang *ssstt..ini do’a malaikat di atas kepala abang lho* ;D

    Balas

  5. Insan
    Apr 14, 2009 @ 20:37:09

    ^_^ Setujuuuuu….

    Bahkan ketika setiap tuts keyboard yang ditekan tanpa iringan hati, niscaya akan hambar. Menulis menjadi hal yang menyusahkan ketika ketidakhadiran hati untuk mengungkapkan. Hati memang merupakan pusat thawaf seluruh raga. Insan ingin sekali bisa menulis segala hal dengan menyertakan hati, bukan sekedar goresan pengalaman yang menggurat di hati..

    Segera bangkit ya Bunda…

    Jangan biarkan apa dan siapapun merenggut kebahagiaan yang ada dalam jiwa kita. Karena sudah menjadi hak kita untuk merasakan dan berucap, “I’m happy now and forever…”

    Jam segini masih di kantor nie Bunda… Lagi nyari inspirasi. Soalnya udah beberapa hari tulisan untuk buku saya mandeg. Jadi malah nulis semaunya. [Daaaah.. mau googling lagi…]

    salam

    Balas

  6. anintadiary
    Apr 15, 2009 @ 09:08:07

    @Insan…
    πŸ™‚ hmm..pengalaman itu juga goresan hati khan, kang?apalagi pengalaman yang menggetarkan hati..yang melumpuhkan hati..atau bahkan yang melambungkan hati sampai ke pemilik jiwa…Insya Allah semua itu memperkaya keimanan kita..bukan begitu kang?πŸ˜‰

    Insya Allah…bangkit dan terus merasa…Insya Allah, kang..Insya Allah…

    hmm..butuh inspirasi ya?coba deh menepi…di pedalaman sana…dimana Allah menyisakan banyak misteri alam..hmmm, Insya Allah banyak deh dpt inspirasi..mau coba?πŸ˜‰

    Balas

  7. Insan
    Apr 15, 2009 @ 10:16:01

    ^_^ Assalamu ‘alaikum bunda…

    *Nganterin teh manies…
    Nge-teh bareng yuk.πŸ˜€

    Kerjaan cukup longgar, jadi nyempetin blogwalking. Eh.. inspirasi itu ternyata bisa datang kapan ajah, dimana ajah

    Balas

  8. anintadiary
    Apr 15, 2009 @ 11:07:49

    @Insan…

    Wa’alaikumussalam kang…
    aduh nuhun ya teh maniesnya…enyaak…*slrup slurp*
    mangga ditampi pisang gorengnya kang..anget loh..πŸ˜€

    Alhamdulillah udah ketemu si inspirasi teh…syukur atuh…
    jgn lupa klo udah lounching kirim satu yah kang…*asyikkk jingkrak2*

    Balas

  9. Rindu
    Apr 17, 2009 @ 10:00:17

    Sist, ketika rasa itu begitu menyiksa kembalikan ke ALLAH dan ketika rasa itu membuat kita sangat bahagia berterima kasih ke ALLAH jadi diantara rasa ini dan itu sebetulnya tidak ada bedanya lagiπŸ™‚

    *titip salam untuk kang Insan, terima kasih atas rasa yang pernah dititipkan dan kini sudah dikembalikan ke ALLAH*

    Balas

  10. anintadiary
    Apr 17, 2009 @ 12:46:32

    @Rindu…

    Insya Allah sist…mengembalikan semua pada Sang Pemilik Jiwa…Allahurabbiy…
    Thanks for stepping by de…πŸ™‚

    tuh kang, dpt salam tuh..πŸ˜‰

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: