Rembulan bertasbih (chapter 3)

Matahari beranjak menuju peraduannya…

Zaskia  menghela nafas panjang sambil membereskan beberapa dokumen yg berserakan di meja mungilnya. wajahnya terlihat lelah, seharian ia disibukkan oleh banyak hal yg harus disiapkannya utk acara besok, sebuah fashion show utk koleksi terbaru perusahaannya, yang telah hampir 10 thn memegang lisensi merk jam ekslusive yang diproduksi di switzerland

sesaat Zaskia melirik jam tangan di pergelangan kirinya, “Ah, sudah hampir Maghrib”, desisnya. telfon di mejanya berkedip-kedip, pertanda Mr Matthew memanggilnya ke ruangan kerjanya. “It’s about time”, secepat kilat Zaskia memasuki sebuah ruangan terbesar dan termewah di gedung ini

“Malam Zaskia”, suara bariton menyambutnya dari balik sebuah meja jati besar. Ruangan itu terkesan cozy dengan banyak sofa namun unik karena dijejali dengan banyak barang antik yang ditata cantik, namun tetap terkesan maskulin. sebuah perpaduan yang menarik, mencerminkan karakter pemiliknya

“Malam, pak”, tersenyum Zaskia duduk di hadapan bosnya sambil menyerahkan berkas2 yang telah rapi disusunnya. “Acara besok, Insya ALLAH  berrresss pak”

“Sure, pasti beres sama kamu, Zaski. model yg saya minta, sudah oke khan?”, gumam sang bos,  sambil membuka dokumen yg diserahkan Zaski.

“Oke pak. Catering, MC, dan undangan juga sudah fix, ada di dokumen itu, besok jam 9 gladi resiknya. Hmm, ada lagi pak?”

“oh, ga. sudah bener2 beress berarti. really like the way u work, Zaski, very efficient. only in 1 day?god job, kiddo!”

Terseyum Zaskia mendengar sang bos menutup pujiannya dengan memanggilnya, kiddo. Mr Matthew selalu menganggapnya seperti anaknya sendiri. 5 tahun menjadi asistennya, dan Zaski merasa memiliki keluarga baru

“hmm, kalau begitu, saya boleh pulang, sir?”, tanya Zaskia dengan wajah berharap

“Lho, ga tunggu Maghrib, Zaski?saya rasa masih setengah jam lagi?”

“Ya, pak, habis Maghrib”, Sang Bos benar2 hafal kebiasaannya jika lembur

“Ah, ya, bagaimana kabar Ajma, really miss that pretty ‘lil girl of yours” , wajah laki-laki setengah baya itu mendadak penuh semangat

“Ajma Alhamdulillah sehat, pak. iya, sudah lama tidak saya bawa ke kantor, sedang sibuk adaptasi pak, sekolah baru”

“ya, ya, it wont take so long, Zaski, she’s very smart, just like her mom. u know, my wife always ask about her, Zaski. Maybe u should take her to our house this weekend. mau ya Zaski?her Opa and Oma miss her so much”, kali ini, wajah sang Bos yang penuh harap

“Insya ALLAH, pak. I’ll ask Ajma first, she would be very exciting. she always love swimming in ur pool, sir. bikin malu bundanya, hehe”

“Ah, Zaski, kenapa malu?I always dream to have a grandchild like her and u make it come true. Very thankful”

“sama-sama, pak. Ajma dan saya yang justru lebih berterimakasih”, rasa hangat menjalar kesekujur tubuh Zaski, laki2 tua ini mirip Eyangnya, dan kasihsayangnya pada Ajma, selalu membuatnya ingin menangis

“ah, sudah2 Zaski, sebentar lagi oldman ini bisa nangis tau, cape deh, hahahhaha”,  tawa Mr Matthew menggelegar memenuhi ruangan, 15 tahun di Jakarta, dan bahasa indonesianya very Excellent, lengkap dengan idioms dan bahasa2 slank remaja masa kini🙂

senyum Zaski melebar, sambil refleks tertunduk melihat jam ditangannya, dan tersentak. “Astagfirulllah sudah jam 6 lewat, pak, sudah maghrib, saya sholat dan lgs pulang ya pak, Ajma td telf, hari ini banyakkk sekali PR nya.”

“Ah ya, pulang2, Zaski, besok langsung saja ke tempat acara ya, jam 8 tepat, i’ll be there before u”

“Insya ALLAH, siap pak, eh iya, ga mau saya pesankan dinner, pak?”

“Ah, ga perlu, sebentar lg my wife jemput, kita mau kencan hahaha”

“Wah, senangnya, salam utk Mrs Jessica ya pak, kalau2 ga sempat ketemu”

“sure, Zaski, blow a kiss for Ajma”

“ok pak”, Zaskia membawa tubuh mungilnya keluar ruangan sang bos, bergegas ke mushola, dan menunaikan 3 rakaat penuh kerinduan pada Sang Khalik

keluar dari mushola, Zaskia baru sadar, kantornya sudah sangat-sangat sepi, kebanyakan rekan kerjanya pulang tenggo hari ini, seperti yg biasa Zaskia lakukan. jam pulang kantor jam 5 sore, dan Zaskia jarang lembur, kecuali benar2 perlu. kasihan Ajma. dan Mr Matthew sangat mengerti. “Ah, bos yang baik. untuk soal pekerjaan beliau bisa sangat2 perfectionist, tapi selama ini Zaskia justru merasa terdidik dengan baik.”

bibir mungilnya terus menderas Zikir sore, sambil tangannya dengan cekatan membereskan tas dan barang2 pribadinya, dan bergegas menuju lift

“pulang, desahnya lembut. “Ajma sudah 2 kali menelfon hari ini. katanya, “bunda pulangnya jgn malem2, pr nya susah, ajarin dulu”, duh, sedih rasanya mendengar suara kecil yg terdengar nyaris menangis itu.”Ah, andai bunda bs selalu di rumah, ajari Ajma, temani Ajma, dampingi Ajma setiap hari, tidak hanya weekend. “Uh, mengeluh lagi, stop it, Zaski, bersyukur masih punya pekerjaan, klo ga, dari mana bs besarkan Ajma”, suara hati Zaski mengingatkan, ya, bersyukur…

seperti doanya dalam setiap tahiyat…Allahumma ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika…Ya Allah, jadikanlah aku hambaMU yang selalu berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepadaMU….persis seperti yang diajarkan kekasih ALLAH, Rasul Yang Mulia. Subhanallah. indah

seperti indahnya malam yg masih dini ini, bathin Zaskia dlm hati saat melangkahkan kakinya menuju jalan raya di depan kantor megahnya

macet lagi, seperti biasa, senyum Zaskia. inilah Jakarta, kota tercintanya, macet dan Jakarta, seperti nasi Rawon dan telor asinnya, lengkap enaknya.hmmm, ingat makanan  favoritnya itu bikin perut Zaskia keroncongan. “Duh iya, blom makan”, ingat penyakit Maag kronisnya, Zaskia memutuskan utk mampir di warung rawon Bu Gendut Favoritnya, tepat disebelah kantor

warung Bu Gendut malam ini sesak pelanggan, nasi rawonnya emang yahuuud. duh, tambah lapeerr deh, desis Zaskia mulai merasakan perih di ulu hatinya. ah, untung ada bangku kosong di ujung sana, bergegas Zaskia, sebelum di rebut sama pelanggan lain. Ah, telat, seorang laki2 berbarengan sampai di bangku kosong itu

mereka saling memandang. Huff, Kang Andi, Bathin Zaskia. Duh, gimana kaburnya yaa??, bingung Zaskia refleks mundur satu langkah

terlambat, Andi, pria tampan berdasi itu mendadak sumringah menyadari wajah wanita cantik dihadapannya

“Ah, Zaskia, ayo silahkan duduk, aku di depan aja.”

ragu sejenak, tp teringat sakit ulu hatinya, Zaskia perlahan duduk sambil menggumam “terimakasih, kang”, dan lgs sibuk memperhatikan daftar menu dihadapannya, berharap laki2 yg dipanggilnya Kang Andi itu, segera berlalu dihadapannya

bukannya alergi sama laki2 ini, Zaskia harus mengakui, Kang Andi ganteng, pinter, dan punya jabatan bagus di kantornya, kebetulan dia satu kantor namun lain divisi dengan Zaskia, dan yg paling dikaguminya, Kang Andi ga pernah absent puasa senin-kamis dan sholat tepat waktu, laki2 yang langka. dan sudah tidak mungkin termiliki. dengan istri dan 2 anak, kekaguman Kang Andi padanya maupun sebaliknya pun harus segera di cut-off. hmm, dieleminasi maksudnya, sebelum berkembang ke arah manapun yang jelas2 terlarang

Andi merasa kakinya mendadak berat dan sulit melangkah, duh, doanya dalam hati, “semoga ibu2 di depan Zaskia cepat pergi”, kesempatan langka bs ngobrol berdua perempuan ini, perempuan yang mati2an dia usir pergi dari hatinya, tapi wajah lembut dan mata cantik itu terus2 hadir di mimpi2 dan lamunannya

mendadak bapak2 yg duduk di samping Zaskia beranjak pergi

Andi memanfaatkan saat itu, dgn lembut berkata pada Zaskia, “Aku boleh duduk samping kamu, Zaski?”

tergesa Zaskia menelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, berharap ada bangku kosong di tempat lain. tidak ada, warung penuh sesak. Kang Andi pasti lapar, kasian

“mmm, mangga, kang”, desisnya ragu

secepat kilat, Andi duduk disamping Zaskia dan memanggil pelayan sambil meneliti menu, “nasi Rawon khan, Zas?”

“iya kang”, makin lama suaranya makin kecil dengan mata tertunduk

tak lama, 2 piring nasi rawon dan telor asin diantar ke hadapan mereka. keduanya masih duduk dalam diam

“selamat makan, Zaski, maaf kalo kamu jd ngerasa ga nyaman”, begitulah laki2 ini, selalu terusterang

“em, ah, ga koq kang, selamat makan juga” , agak tergagap Zaskia menanggapi, ga nyangka Kang Andi selugas itu

“Alhamdulillah klo ga ganggu”, sambil tersenyum, Andi memulai makan malamnya

“Duh, Robbiy, hentikan debar jantungku, pinta Zaskia dalam hati, perlahan dimlainya suapan pertama makan malamnya. kali ini keputusannya makan rawon enak ini benar2 disesalinya

nasi rawon di hadapan keduanya telah habis, waktu beranjak malam, jam dinding di warung itu bergerak ke arah jam 7, hampir Isya

“Zaski..”, desis Andi lembut

Zaskia tersentak dari lamunannya, “ya?”

“Boleh saya antar pulang?sudah malam. nanti kt mampir Isya dulu di Masjid depan. mau?”

“Aduh, ga usah, kang, saya biasa koq pulang sendiri, ada bis yg langsung ke depok, ” tolak Zaskia lembut

“tapi saya ingin sekali antar kamu, boleh ya?saya ga berniat jahat koq Zaski”

saya tau kamu ga niat jahat, kang, tapi hati ini bisa bikin kt berdua jadi penjahat, bathin Zaskia. Jangan mau, Zaski, jerit hati kecilnya

“saya tau kang, tp saya ga mau, maaf yah, bukannya kang Andi biasanya jemput istri?”

“hmmm, hari ini ga, citra pulang siang. Yah, gapapa klo kamu ga mau diantar, tapi, sholat Isya dulu, di masjid depan ya?saya antar”, masih kekeuh Andi berusaha, dia benar2 ga mau melepas kesempatan langka ini

“hmm, saya mesti cepat pulang, kang, anak saya udah nunggu, Isya nanti di rumah, lagipula masih 15 menit lg kang, terlalu lama nunggunya, “dalih Zaskia, berharap Andi kali ini mau melepasnya

“ok klo begitu, terusterang saya kecewa, Zaski, saya cuma pgn ngobrol sama kamu. tapi lain kali mau ya?”

“hmmm, maaf kang, saya pamit yah, nanti bill nya saya aja yg bayar, kang”

“Eit, jangan, cantik. Bu Gendut udah saya bilang tadi, bills on me. Ok, hati2 ya Zaski, besok di event, mau ya ngobrol sama saya?”

hmmm, keukeuh banget siy ni org, bathin Zaskia kesal.”Insya ALLAH kang, mangga kang, Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumussalam warahmatullah”, Andi mengiringi kepergian Zaskia dgn hati kecewa, benar2 wanita yang ga mudah ditaklukkan.kekaguman makin melekat dihatinya, ah, andai bisa memutar waktu. Astagfirullah, mimpi bgt sih ndi?, senyumnya dalam hati. ia pun menunda pulangnya sambil menunggu Isya. semoga lain kali lebih beruntung, doanya penuh harap

Zaskia bergegas melangkahkan kakinya pergi, menuju halte bis di seberang warung itu

anak laki2 belasan tahun, tukang rokok yg biasa mangkal di halte itu sontak berdiri dari bangkunya, “Duduk, bu Zaski” celetuknya keras

“Eh, Agus, bisku dah lewat belum?makasiy bangkunya”, tanya Zaski sambil duduk

“belum bu, bentar lagi, 5 menit deh hehe, td saya udah koling hehhe”

“hahahaha, bisa aja kamu, gus. aku beli permen vit c nya ya, 5, buat Ajma”, kata Zaski sambil mengeluarkan uang 10rb-an,” trus ambil kembalinya, buat sekolah besok yah”, senyum Zaskia lembut

“Makasiy bu Zaski, saya semangat sekolah krn ibu, mbok saya aja pgn bgt ketemu ibu hehe apa2an yah si mbok”

“ah, kamu ini, ya gapapa klo mbok kamu mau ketemu, kapan2 yah, kt atur, nanti Insya ALLAH aku bawakan beberapa baju buat mbok mu, biar seneng”

“betul bu?makasiiiyy yaa, saya ke depan dl ya, ini permennya, salam buat Ajma ya bu, “sambil melompat2, Agus bergegas menjemput seorang supir angkot yg melambai2kan tangannya meminta rokok

Agus, anak tukang gado2 yg sangat polos, terpaksa dijalanan karena ingin sekolah. melihat anak2 spt agus membuat mata Zaskia panas berkaca2, merasa ga berdaya, merasa kerdil, “Ah Robb, beri hamba kelebihan rizki untuk kubagi”, desahnya pelan

lalulintas mulai lancar, Adzan Isya bergema dari Masjid belakang halte tempat Zaskia setia menunggu bis patas yg akan membawa pulang ke pelukan Ajma, gadis kecilnya

“Allahu Akbar,” pelan Zaskia menggumam mengikuti alunan Adzan

refleks, matanya tertarik ke atas, ke langit hitam tak berbintang.”Subhanallah”, desisnya, bulan purnama. Indaaaaaahhhh sekali, sinarnya yang terang, seakan bertambah-tambah terangnya seiring gema Adzan, Hayyalal fallaah, mari menuju kemenangan, kemenangan abadi bersama Sang Maha Abadi

Tiba-tiba Zaskia menyadari, bulan purnama yang cantik sedang bertasbih bersamanya, seperti Firman ALLAH, apapun yang ada di langit dan bumi, serta yang ada diantaranya, bertasbih memuja ALLAH, Sang Penguasa

Ya, bertasbih melewati lelah, melewati batas kemanusiaan milik hamba. Maha Suci Engkau Yang begitu Sempurna Mencipta, Robb

meleleh air mata Zaskia mengiringi Dzikirnya, ALLAH ALLAH ALLAH…

Ah, terbayar semua lelah hari ini, lelah berkutat menuntaskan pekerjaannya, lelah menghadapi godaan hati yang semakin besar…godaan yg timbul karena kebutuhannya akan kehadiran seorang lelaki di sampingnya, seorang imam yang mampu mengambil alih beban berat di pundaknya, seorang imam yang hadir total mencintainya karena ALLAH

Zaskia yakin, Janji ALLAH PASTI!

seperti keyakinannya, saat ini belahan hati yang dipilih ALLAH untuknya, sedang memandang bulan purnama yang sama, berdzikir bersamanya, entah dimana

tersenyum Zaskia

seperti senyum seorang laki2 tampan berpeci, yang baru saja keluar dari sebuah Masjid besar, puluhan kilometer dari air mata Zaskia

laki2 itu bergumam, “Subhanallah Robbiy, indahnya purnamaMU, seperti ku yakin indahnya wanita yang KAU siapkan untukku”

dan Skenario ALLAH terus bergulir…

melewati malam…melewati  basahnya bibir hamba berdzikir memujaNYA…dan melewati cintaNYA pada hambaNYA…

Subhanallah

nite2 sahabat, cu then ^__^

2 Komentar (+add yours?)

  1. Rizal
    Sep 05, 2010 @ 01:43:42

    Hmmm… hmmm…hmmm…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: