perih jiwa (Chapter 6)

Pagi itu Zaskia melangkahkan kaki dengan sisa gundah di hatinya…

ia baru saja melewati malam yang panjang, malam yang tak pernah terbayangkan harus dialaminya, meski Rahmat ALLAH mengizinkan ia kembali melangkahkan tubuh mungilnya kembali bekerja

dimulai dari sebuah SMS, dari rangkaian SMS yang tak pernah dibalasnya

saat itu, Zaskia baru saja selesai meninabobokan Ajma yang agak rewel malam itu. Ponsel Zaskia berbunyi menandakan 1 pesan baru. Dari Kang Andi. Bunyinya, “malamZaskia, aku ga bisa bohong, kangen sekali sama kamu, ingin dengar suara kamu, aku telfon ya?”

Zaskia menarik nafas panjang, hatinya sangat jengkel, belakangan ini kang Andi makin gencar kirim SMS dan telfon, meski tak pernah Zaskia acuhkan, tapi makin lama Kang Andi makin nekat. Missed call yg diterima Zaskia setiap malam, bisa mencapai 20, sangat mengganggu, sangat menjengkelkan

“ini harus segera dihentikan”, bathin Zaskia. lewat SMS atau bicara langsung ya? pikirnya menimbang. Selama ini Kang Andi selalu baik dan sopan, mungkin harus bicara langsung, putusnya. Tapi kapan?takut jadi fitnah, bathin Zaskia khawatir. ia memutuskan untuk menjawab SMS Kang Andi, ” silahkan telfon kang, kebetulan ada yg mau saya bicarakan”.

Lewat 15 menit, Kang Andi tak juga telfon. Zaskia menunggu dengan cemas, Kang Andi yang menawarkan ingin menelfonnya, tapi begitu ia bilang boleh, tak jua telfon. aneh

di menit ke 25, telfonnya berdering keras, Zaskia terlonjak, matanya hampir terbuai kantuk. Kang Andi calling, begitu display di ponsel Zaskia. Ah, akhirnya.

“Assalamualaikum”, sahut Zaskia pelan, khawatir membangunkan gadis kecilnya

“Wa’alaikumussalam, Zaskia. maaf lama menelfon, tadi ada masalah sedikit”, sahut Kang Andi dengan suara sedikit cemas

“oh, masalah apa kang?waktunya mungkin ga tepat ya, maaf. saya cuma mau sampaikan sesuatu”, Zaskia memutuskan untuk segera menyampaikan maksudnya

“silahkan, Zaskia”

“Begini kang….”, tak sempat Zaskia menyelesaikan kalimatnya, suara di seberang terdengar gaduh, dan sepertinya telfon berpindah tangan

“halo”, suara wanita

Zaskia tersentak, ini pasti istrinya, bathin Zaskia, “Ya, Halo, ini mbak Citra?”

“ya, ini siapa?”, tanya suara itu, dingin

“saya Zaskia, mbak, teman kantor Kang Andi, maaf mba mengganggu malam-malam”, gemetar suara Zaskia, tak dapat menyembunyikan rasa gelisahnya

“ada apa, zaskia?sepertinya kita belum pernah ketemu ya?ada perlu apa dengan suami saya?anda yang telfon?”

“bukan mba, suami mba yang telfon saya. Tapi saya yang minta, karena ada yang harus saya bicarakan dengan suami mba”, hati-hati Zaskia merangkai kata, khawatir memanaskan suasana

“oh, masalah apa?pribadi?kamu bisa bicarakan dengan saya. Urusan Andi, berarti urusan saya juga”, suara Citra, wanita itu, belum juga melunak. Dingin dan mendesak

“maaf mba, saya cuma mau sampaikan ke suami mba, tolong berhenti sms dan telfon saya, karena sudah sangat-sangat mengganggu saya. itu saja mba,” tutur Zaskia jujur, ia takut kalau menutupi kenyataan justru menjadi bumerang baginya

hening sejenak.

“maaf ya, kamu mau bilang, suami saya suka sms dan telfon kamu?dan kamu berharap saya percaya?justru suami saya pernah cerita, kamu yang suka menghubungi dia. saya lebih percaya suami saya. apa maksud kamu?mau menghancurkan rumah tangga saya?”, suara Citra berubah histeris

“Astagfirullah, sama sekali tidak, mba. hak mba untuk percaya siapa, tapi saya sudah sampaikan yang sejujurnya. maaf, mba. sudah terlalu malam, saya harus tutup telfonnya. Assalamu’alaikum,” putus Zaskia, benar-benar tak ingin semuanya berlarut-larut.

“hei, apa maksudnya?jangan tutup telfon, saya belum selesai bicara, kamu mau menghina saya?perempuan macam apa kamu?mengganggu suami orang”, kini suara itu sudah berubah menjadi teriakan

berlinang air mata Zaskia. “Maaf mba, saya harus tutup, Assalamu’alaikum.” tanpa menunggu salamnya terjawab, Zaskia menutup telfonnya

ponselnya kembali berdering. Dari nomor yang sama. Rupanya perempuan itu  masih penasaran. Zaskia memutuskan utk mengacuhkannya. Selain tak ingin terpancing emosi, Zaskia tak ingin wanita itu menyakitinya terlalu banyak

Ponsel berhenti berdering. Zaskia meraihnya, bermaksud mematikan ponselnya. Tanda sms masuk. ” kamu sudah menghina keluarga saya, Zaskia. Jangan harap kamu bisa lari. saya makin yakin, perempuan macam apa kamu. tidak punya moral”. dari wanita itu

Astagfirullah. Astagfirullah. Kini air mata deras mengalir dari kedua matanya. “Aku salah lagi, Robb. maafkan aku, Irhamna, Irhamna”. Terduduk Zaskia di ujung tempat tidurnya, tak tahu apa yang harus dilakukannya. ia merasa sangat-sangat terhina, apa kuharus membalasnya, Robb?aku punya bukti, aku ga salah, bathin Zaskia. “sakit sekali, Robb, apa yang harus kulakukan?”, desisnya

pelan Ponselnya berkedip-kedip. Ada pesan di Messengernya. Seorang sahabat memanggilnya, semalam ini?siapa?Enggan Zaskia menyentuh icon messengernya, dan membaca. Ah, Dennis, sahabat lamanya, ia sedang menantikan kelahiran anak pertamanya.

“kenapa den?”tulis Zaskia

“bini gw sudah kontraksi niy bo, ga bisa tidur euy”

“hah?udah dibawa ke rumahsakit gitu?

“belom, td sms dokternya, katanya kalo blom 5 menit sekali ga perlu, gw mesti gimana niy?”

“ya sabar, temenin aja. skrg Nancy lagi dimana?

“disebelah gw, loe kesini dong Zas?”

“hmm, kalo udah di rumah sakit aja deh den, gw nyusul, udah malem, kasian Ajma, lagian gw lagi ga enak hati”

“ha?loe kenapa?gw telfon aja yak. Nancy malah mau ngomong ma elo”

“ok”

Ponsel Zaskia berbunyi, Nancy, Istri sahabatnya yg manis itu, berbicara dengan cemas,”Zaski, kamu kenapa say?”

Zaskia tersenyum, bahkan saat sedang sakit begitu, sempat-sempatnya mencemaskan dirinya.”Aku ga apa-apa cy, kamu gimana, udah berapa menit interval kontraksinya?ga langsung ke rumah sakit aja?”, jawab Zaski mengalihkan

“masih setengah jam sekali Zas, eh beneran kamu ga apa-apa?bicara sama abang ya” telfon berpindah tangan, dan terdengar suara Dennis, sahabatnya, “Zas, cerita, ada apa malem-malem?loe ga mellow ga jelas lagi khan?”

“hahahha..ga papa, besok aja gw cerita, kabarin aja kalo udah di rumah sakit ya. dampingin Nancy terus, loe ngopi gih, biar melek terus. met begadang yaaaa….banyak berdoa, ya bro”, sahut Nancy, ga ingin Dennis memikirkan masalahnya saat dia harus fokus pada istrinya

“iya. eh beneran Zas, feeling gw ga enak nih. tapi ya udah kalo ceritanya besok, nanti gw kabarin ya, tolong telfonin Zahra ya, stand by nengokin anak gw..hahahaha..”

“Insya ALLAH gw telfon Zahra, take care ya bro, salam buat Nancy”

“ok see ya”, sahut Dennis menutup telfon

Zaskia menarik nafas panjang.  Teringat janjinya menelfon sahabat mereka, Zahra. Ditengoknya jam dinding, pukul 22.00 WIB. Semalam ini biasanya sahabatnya baru pulang kerja. Yah, ia butuh saran Zahra, biasanya sahabatnya ini bisa menenangkan hatinya.

diputarnya telfon Zahra, hitungan detik, sahabatnya itu sudah mengangkat telfon. “Assalamu’alaikum Zaski, ada apa malam-malam?koq blom tidur?Ajma gak apa-apa khan?”, tanya Zahra merentet

“wa’alaikumussalam, aya. tenaang, gw ma ajma gak apa-apa. cuma mau kasi tau, Nancy udah mulai kontraksi, siap-siap besok kita temenin ke rumah sakit,” jawab Zaskia pelan, tiba-tiba merasa sangat-sangat lelah

“ooh, gitu, ya udah, besok gw pulang kantor langsung ke Jakarta deh, untung lusa weekend. eh, suara loe koq gitu, ada apa Zas?”

Ia, Zahra atau biasa ia sapa Aya, dan Dennis sudah bersahabat sejak di sekolah menengah, sudah hafal sifat dan kebiasaan masing-masing. Zaskia tahu, kegundahan hatinya tak bisa ia sembunyikan dari mereka.

“gw sedih Ya, istrinya Kang Andi maki-maki gw di telfon”, akhirnya cerita itu meluncur pelan dari bibir Zaskia, sambil tak terasa, air mata kembali mengaliri pipinya

Sahabatnya dengan sabar mendengarkan Zaskia bercerita

“Astagfirullah,  Zas. koq jahat banget sih si citra itu, padahal loe bilang dia perempuan terpelajar ya. gitu deh kalo manusia udah emosi. hmmm, trus loe msih simpen sms nya Andi khan?”

“masih, tapi cuma yang terakhir, gw udah hapus yang kemarin-kemarin”, sesal Zaskia, ia merasa kurang punya bukti yang kuat untuk membersihkan namanya

“ya udah, besok kita omongin lagi ya zas, loe coba tidur, jangan khawatir, ALLAH ga buta, kebenaran pasti menang  koq. Eh, loe udah cerita ma Dennis?bisa dihajar tuh si Andi,” tutur Aya

“belum, besok aja, kasian tadi dia lagi bingung nemenin istrinya, ntar malah jadi emosi. ya udah Ya, gw coba tidur, mudah-mudahan besok ga jadi tambah runyam, duh gw belum witir Ya, udah dulu ya, thx udah dengerin gw”

“Anytime say, besok kita ngobrolin lagi ya, Assalamu’alaikum Zas, gw tahu loe pasti kuat,Insya ALLAH”

“aamiin, Wa’alaikumussalam Warahmatullah, Aya,” Zaskia menutup telfonnya

Zaskia merasa sangat-sangat lelah, hinaan wanita itu terus terngiang-ngiang di telinganya, ia di cap perempuan pengganggu suami orang, sangat hina. Tak pernah terbesit niat itu di hatinya, mengganggu Kang Andi, simpatinya sudah dalam terkubur, tak pernah ia meladeni perhatian Kang Andi. Tapi kalau sekarang ia yang dituduh mengganggu, perih nian rasanya

Witir dilaluinya penuh khusyu. Air mata tak henti mengaliri hidung bangirnya. Dalam Zikir, Zaskia lelap tertidur.

pagi itu, Zaskia terlambat sampai ke kantor.

Farah, sahabatnya di kantor sudah menunggunya di lobby. Dari wajahnya, Zaskia merasakan ada berita buruk. “Ah, Robbiy, jaga hatiku, aku berlindung pada Keagungan kalimatMU dari kejahatan makhlukMU..aamiin, Robb”, terus-menerus Zikir itu diulang Zaskia, hatinya benar-benar kacau

“Zaski, kita ngobrol dulu yuk, di kantin”, Farah menarik tangan Zaskia cepat. Zaskia patuh dalam diam, berfikir hal buruk apa yang akan menimpanya

Kantin masih sepi pengunjung, semua pegawai sibuk memulai pekerjaannya hari itu

“Ada apa, Farah?”, hati-hati Zaskia memulai pembicaraannya

“Zaski, coba cerita ke aku, apa yg terjadi semalam, antara kamu dan Kang Andi?”, tanya Farah sambil menatap mata Zaskia tajam

“Semalam….”, Zaskia menceritakan semua, detail, tanpa tertinggal satu kata pun, bahkan ia buka ponselnya sambil menunjukkan sms terakhir kang Andi

Farah mendengarkan sambil mengangguk-angguk. Sampai ke bagian sms makian istri Andi, Farah menarik tangan Zaskia dan mengenggamnya lembut, sebutir air mata jatuh di pipinya, mengiringi air mata Zaskia yang telah lebih dulu terurai

“Astagfirullah, Zaskia, sakit hatiku mendengarnya, apalagi kamu, aduh Zaski, situasinya tambah runyam”, desis Farah merendahkan suaranya, khawatir mbak-mbak penjaga kantin mendengar pembicaraan mereka, bisa menyebar ke seluruh bagian di gedung itu

“Ada apa di kantor tadi, Farah? kamu belum cerita”, jantung Zaskia berdegup makin kencang

“Istrinya Andi datang, Zaski, sekarang masih di ruangan Mr Matthew, kata Mbak Evi, dia lagi ngaduin kamu ke si Bos,  pake nangis-nangis segala, dari tadi kita deg-degan nungguin kamu”

“Astagfirullah, trus aku mesti gimana, fa? kamu sekarang tahu cerita sebenarnya, aku ga bohong”, suara Zaskia penuh cemas

“Aku percaya kamu, Zaskia, Mba Evi juga, kita semua percaya kamu ga bakal ngelakuin yang dituduhkan istrinya Andi itu, aku juga yakin Insya ALLAH Mr Matthew juga ga percaya, si bos pasti ngebelain kamu, Zaski, jangan takut” kata-kata Farah mengguyur habis kecemasan Zaskia.

“Ya, aku berharap Insya ALLAH Mr Matthew ga termakan omongan mba Citra. Aduh, mau ditaro dimana mukaku, Farah, aku benar-benar malu, dia dendam banget sama aku, sampe nyamperin ke kantor gini, aku malu, Farah”, isak Zaskia

“Zaskia, kamu ga perlu begitu, kamu di fihak yang benar. Satu kantor tahu, Andi yang ngejar-ngejar kamu dari dulu. Kurang ajar sekali dia bilang sebaliknya. Fitnah itu. Ah, dia cuma kelihatan sholeh aja, belum bisa Istiqomah perilaku sama ibadahnya. Huh, bikin ga simpati”, tutur Farah berapi-api

“mungkin dia takut rumahtangganya hancur kalau istrinya tahu”, desis Zaskia, berusaha mengerti alasan Andi

“Ah, alasan apa itu, menyelamatkan rumahtangganya, dengan mengorbankan kamu?katanya cinta sama kamu. Huh, dasar laki-laki kurang ajarrrr!!!”, geram Farah. “Yuk, Zaski, kita hadapi singa betina itu, kalau perlu, kamu ajak Dennis, bisa babak belur si Andi dihajar sahabat kamu itu, sudah tahu belum dia?” Zaskia biasa mengenalkan sahabat-sahabatnya dengan Dennis dan Zahra, bahkan mereka sering jalan sama-sama

“hmm, belum Farah, dia lagi sibuk nunggu istrinya mau melahirkan. Ah, aku janji cerita pagi ini, nanti deh aku telfon dia. Yuk Farah, Insya ALLAH aku siap, aku di fihak yang benar”, Zaskia menghapus sisa air mata di pipinya, tersenyum lembut, menggandeng tangan Farah, kembali menuju kantornya

“Nah, gitu dong, kamu khan wanita kuat, jangan jadi lembek gara-gara laki-laki brengsek macem Andi, okeh?ayo kita hadapi”, Senyum Farah sambil menatap sahabatnya lekat-lekat, Subhanallah Robbiy, lindungi saudariku ini, Bathin Farah penuh harap

Tepat saat mereka memasuki lobby kantor, Lisna, resepsionis kantor memanggil Zaskia, “Mbak Zaski, dipanggil Mr Matthew, langsung ke ruangannya”

Zaskia menarik nafas panjang, mengedipkan sebelah matanya pada Farah, dan membawa langkahnya menuju lift Executive yang akan membawanya langsung ke ruangan Mr Matthew

“Siang Pak”, sapanya ringan, saat melongokkan kepalanya ke ruangan yang sangat dikenalnya itu

“Siang Zaskia, masuk sini, saya cari kamu dimana-mana”, jawab Mr Matthew dari balik meja besarnya. Dihadapannya, seorang wanita dengan pakaian ala designer mengangkat kepalanya menatap Zaskia tajam

wanita cantik, Bathin Zaskia. “Maaf pak, tadi ada keperluan sedikit, jadi agak telat, td bapak panggil saya?”, sahut Zaskia ringan

“ya, ada yang mau ketemu kamu, ini Ibu Citra, istri Bapak Andi, Manager pemasaran kita. Ibu Citra, ini Zaskia, Assisten Executive saya”, Mr Matthew memperkenalkan mereka berdua

Zaskia mengulurkan tangannya. Namun, Citra hanya terus menatapnya tanpa berkedip. “Ah, Robbiy, kalau bisa, mungkin aku sudah disantapnya”, bathin Zaskia ngeri.

Ia menarik lagi tangannya, dan duduk sambil tersenyum pada Mr Matthew. Saat itu baru disadarinya, mata si Bos menatapnya lembut penuh pengertian, seakan ingin memberinya kekuatan

“ehem, oke, you both already knew each other, now please sit down Ibu Citra”, sapa Mr Matthew tajam setelah keduanya duduk, Mr Matthew memandang Zaskia sambil bicara dengan penuh wibawa,

“Zaski, ibu Citra ini datang kesini dengan tuduhan kalau kamu sudah mengganggu rumah tangganya, katanya lagi kamu sudah menghinanya, bisa kamu jelaskan, Zaskia?terus terang, ini seharusnya masalah pribadi, bukan urusan saya. Tapi karena ibu Citra ini sudah membawanya ke ruangan saya, let’s finish it, okey?now, tell me, Zaskia”

“Pak, bapak sudah kenal saya lebih dari 5 tahun, bapak tahu saya tidak pernah menutupi apapun dari bapak, bahkan bapak sudah saya anggap seperti orangtua saya sendiri. Saya yakin Bapak bisa menilai, perempuan macam apa saya ini. Saya memang tidak punya apa-apa, pak, tidak punya banyak harta, apalagi kedudukan, tapi saya punya Iman dan harga diri. Insya ALLAH sampai akhir hayat saya, saya ga akan melakukan hal sehina itu”, tutur Zaskia panjang lebar, raut muka dan suaranya terdengar tenang.

Zaskia telah menemukan ketenangan dalam zikir yang terus diderasnya dalam hati, dan sikap sang bos yang jelas-jelas memihaknya. “ini buktinya pak, selama ini bukan saya yang menelfon dan sms, bukan saya”, tambahnya sambil menunjukkan sms di ponselnya

Mr Matthew membaca sms itu dan memberikannya pada Citra, yang membacanya sekilas

Wanita itu duduk tak bergeming. Namun tangannya mulai meremas saputangan sutranya, dan wajah angkuhnya kini tertunduk lemah. Kini disadarinya, kedatangannya ke kantor sang suami dengan penuh emosi pagi ini, justru menjadi bumerang baginya. Zaskia ternyata sangat tenang dan Subhanallah wajahnya teduh sekali, tak terlihat amarah atau ketakutan, seperti yang diduganya. Zaskia sama sekali bukan tipe wanita penggoda, ia harus mengakui, suaminya lah yang bersalah. Dan sms itu?tiba-tiba ia merasa jijik pada suaminya, terlebih pada dirinya sendiri. Aduh, kalau tindakan gegabahnya ini mengancam kedudukan suaminya bagaimana?, tiba-tiba gelombang kepanikan melanda wanita cantik itu. Aku harus memperbaiki situasi ini, putusnya dalam hati.

“ehm, Pak Matthew, maaf, sepertinya saya sudah salah duga, saya terlalu menurutkan emosi saya. ehm, maaf pak, maaf Zaskia”, suaranya lebih mirip gumaman.

Mr Matthew tersenyum lebar, tak disangkanya, suara histeris dan penuh amarah yang keluar dari bibir wanita ini pagi tadi, luruh habis oleh kedatangan Zaskia. Tepat seperti yang sudah diduganya. Pegawai favoritnya itu, ga akan mengecewakannya.

“hmmm, gimana Zaskia, kamu maafkan?atau lebih baik kita panggil Pak Andi kesini?saya jadi berfikir untuk mengevaluasi kinerjanya”. Kata-kata Mr Matthew membuat kepanikan Citra berubah jadi sesal

“Tidak perlu pak, saya sudah maafkan”, sahut Zaskia mendahului Citra yang ingin angkat bicara, wajahnya pias, sangat panik.

Zaskia tahu, bosnya hanya menggoda, ia tahu Mr Matthew sangat profesional dalam menilai kinerja pegawainya. Tapi wanita itu tidak tahu, dan wajah pucatnya menunjukkan hal itu

Sedetik, Zaskia menjadi sedikit iba. Emosi telah membawa wanita ini melakukan tindakan gegabah yang justru memalukan suami dan dirinya. Mungkin itu karena rasa cintanya yang berlebih pada suaminya. Ah, yang berlebih ga pernah jadi baik, Bathin Zaskia mengambil hikmah

“oke kalau begitu, masalah ini beres ya, ibu Citra. Saya rasa ibu perlu meminta maaf secara personal dengan Zaskia, ibu sudah menyakiti hatinya dengan menuduh yang tidak benar. Kalau Zaskia mau, ibu bisa dituntut lho. Tapi saya tahu Zaskia akan maafkan ibu. okeh. semuanya beres, silahkan kembali kerja Zaskia, sore nanti ingatkan saya, meeting dengan EO kita. Dan ibu Citra, saya rasa maksud kedatangan ibu kesini sudah terpenuhi ya”,tutur Mr Matthew panjang lebar

“Iya pak, maaf sudah mengganggu bapak dan Zaskia. Maaf sekali lagi Zaskia”, kini tangan itu terulur ragu ke arah Zaskia yang segera menyambutnya lembut.

Wanita itu pamit, keduanya memandang punggungnya menjauh meninggalkan ruangan

Lega hati Zaskia. Satu masalah terlewati hari ini, Sungguh pertolongan ALLAH sangatlah dekat. Dan satu lagi hikmah, apa yg ia tanam, itulah yg akan ia tuai. Sungguh kebaikan yang ia tanamkan pada rekan kantor dan atasannya berbuah manis saat ia benar-benar membutuhkannya. Hal yang paling mahal sedunia, kepercayaan dan rasa hormat

Zaskia melewati sisa hari itu dengan kelelahan yang teramat sangat, sehingga Mr Matthew mengizinkannya pulang 2 jam sebelum waktunya. Namun, Zaskia menolaknya, sungguh ga enak hatinya, datang terlambat dan pulang lebih cepat. Bisa habis dia dibicarakan rekan-rekan kantor yang kabarnya iri karena kedekatannya pada sang big Bos. Ah, selain Farah dan Mbak Evi, manager personalia yang sangat cantik itu, ada rekan kantor yang suka sekali bergunjing, dan iri jika ada diantara mereka mendapat perlakuan istimewa dari sang bos. Naudzubillah, Zaskia merasa lebih baik menghindar

tepat pukul 5 sore, Zaskia melangkahkan kaki menuju halte tempat biasa ia menunggu bis yang akan membawanya pulang.

Ponselnya berdering, ada sms masuk. Sebaris kalimat, membuat pikirannya melayang ke kedai kopi, seminggu yang lalu. begini bunyinya, “Assalamualaikum Zaskia, saya Kahfi. semoga kamu lalui hari yang penuh berkah hari ini. selamat sore. salam untuk Ajma.”

Hanya perlu sedetik. Dan Zaskia berada pada suatu kenyamanan yang aneh. Di suatu tempat yang tak pernah mampu disentuhnya. Sebuah rasa tak terjelaskan

“Subhanallah,” desis  Zaskia mencoba menepis rasa aneh itu. Cuma sebuah sms dari seseorang yang bahkan wajahnya sulit dingatnya lagi, seorang yang sambil lalu, ga penting, begitu pikiran Zaskia menegaskan. Diraihnya tombol ponselnya, dan mulai membalas, “Waalaikumussalam warahmatullah mas. Terimakasih doanya, Alhamdulillah, semoga berkah ALLAH juga untuk mas. terimakasih salamnya, Insya ALLAH saya sampaikan.”

Tak lama, sahabatnya mengabarkan kelahiran anak pertamanya. Zaskia menarik nafas penuh syukur, lahirlah seorang Makhluk ALLAH  di bumiNYA, semoga membawa keberkahan bagi keluarga sahabatnya, bathin Zaskia merangkai doa, sambil menyusun rencana, langsung ke rumah sakit, bertemu kedua sahabatnya. Zaskia tersenyum mengingat janjinya untuk bercerita pada Dennis, syukurlah kali ini ia tak perlu membuat khawatir sahabatnya itu

Sekali lagi Zaskia bersyukur, tak ada yang lebih indah dari perhatian orang-orang terdekatnya, begitulah cara ALLAH menjaganya. Alhamdulillah Yaa Robbiy, Segala Puji Bagi KemurahanMU, Terimakasih untuk kehadiranMU,” Zikir Zaskia mengiringi indahnya sore itu

Begitulah hari berakhir untuk Zaskia. Melewati satu hari dalam skenario ALLAH, dan bertawakal menghadapi esok hari yang dianugerahkan ALLAH baginya

Perih jiwa telah membawanya pada sabar dan berserah diri. Dan ia yakin sabar akan membawanya pada kebahagiaan miliknya

apakah bahagia itu juga miliki Kahfi?hanya ALLAH Yang Maha Tahu…karena yang nulisnya juga belum tau hehehehe….

see ya on the next chapter sahabat…selamat puasa…Barakallahu ^__^

7 Komentar (+add yours?)

  1. Ita
    Sep 01, 2010 @ 00:05:48

    Malam ukh ,

    Waah …

    Makin seru aja nich ceritanya ,

    Tak kalah seru kalimat yg paling bawah tuh ..

    *karna yg nulisnya jg blum tahu….””

    Hehehe..

    Kirain bisa ngasih bocoran .

    Hmm.. Jadi penasaran dgn ending terakhirnya .

    Di tunggu secepatnya yaaaahh.

    Balas

    • anintadiary
      Sep 05, 2010 @ 12:13:58

      @ita…malem say….very glad u like it🙂
      tp teteup ada yg blg kurang seru hehehe…mgkn kudu ada tembak2annya hahhahahaha….

      thx ya say for keep coming here….maaf ya ga pernah sempet kunjungan balik…hiks😦

      take care

      Balas

  2. Rizal
    Sep 05, 2010 @ 00:34:33

    Umm…. lama nggak berkunjung ke rumah Bunda Ais, tampaknya ada cerita dahsyat yang bunda sajikan disini…

    Aih… saya bener-bener telah ketinggalan sangat-sangat jauh

    Balas

    • anintadiary
      Sep 05, 2010 @ 12:16:45

      hai Bang Rizal….apa kabarrr??? congrats for the wedding yaaa….Barakallahu ^__^

      hmm, ga juga bang, cuma ngerubah theme aja, kali ini desire nya bikin novel sederhana….ah baru belajarlah bang…..msh jauh dr sempurna, apalagi best seller hahahha *ngareppp*

      enjoy ur self kang…..dibaca dr awal yah😉

      Balas

  3. alia
    Sep 07, 2010 @ 13:43:54

    akhirnya selesai juga baca chapter 4-6 nya🙂
    ditunggu kelanjutannya mba
    hehehe,,,

    Balas

    • anintadiary
      Sep 07, 2010 @ 17:13:56

      @Alia….haiii sayyy…senangnya klo km suka baca critanya si Zaskia🙂
      kritik yaaa…soale br blajar siy🙂

      thank u for coming😉

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: