Detak Jiwa (chapter 8)

Sore yang indah di awal Ramadhan mulia…Kota Metropolitan berdenyut cepat bersama sesak penghuninya, mendesak, bergerak seirama lajunya derap hati…saat setiap hati berharap segera sampai di rumah, dimana Ramadhan terkecap indah dalam hangatnya kekeluargaan

Seorang wanita dalam hijab panjangnya asyik larut dalam tilawah, bersama Quran kecil dalam dekapan tangan halusnya, suara lembutnya berbisik meski tak tertangkap telinga, mengalun indah, seindah surat cinta yang tengah didalaminya

Sejenak kepalanya terangkat, memandang senja yang hampir turun dari jendela bisnya yang terbuka lebar. “Hampir buka”, bisiknya dalam hati. Ciut hatinya menyadari, bisnya benar-benar berhenti sejak 10 menit yang lalu, sejak ia memulai surah AN NUUR, tadi. Macet hari ini benar-benar parah. Menguap sudah keinginannya buka bersama gadis kecilnya di rumah, bisa dipastikan jika terus macet begini, baru 1 jam lagi ia memasuki kota Depoknya.

Zaskia, wanita berhijab itu, menghela nafas panjang. Dibisikkan akhir kalamnya dengan “Maha Benar ALLAH dengan segala FirmanNYA”, dan menutup Quran kecilnya. Ia keluarkan botol minuman dan kotak berisi Kurma dari tasnya, dan bersiap berbuka. Teringat ia akan sabda Rasul, sebaik-baiknya hamba berpuasa, ialah yang mengakhirkan sahur dan mensegerakan berbuka. Subhanallah, indahnya Islam mengatur ibadah mulia ini.

Kenek Bis berteriak, “Bukaaa”. Bagai di komando, serentak seisi bis berbisik “Alhamdulillah”, mengeluarkan bekalnya, dan memulai ritual paling indah dan paling dinanti di bulan Ramadhan…buka puasa

Zaskia tersenyum pada ibu setengah baya yang duduk disampingnya, matanya menangkap, hanya segelas air mineral yang diteguk sang ibu untuk berbuka.

“Silahkan kurmanya bu, sunah Rasul”, kata Zaskia ramah.

“Ah, ya sunah Rasul. Terimakasih mbak”, senyum sang ibu sambil mengambil sebutir kurma dari kotak bekal Zaskia.

Keduanya duduk dalam diam sambil menikmati rasa tercukupi yang dianugerahkan ALLAH dari sebutir kurma dan seteguk air. Setelah seharian menahan diri, nikmatnya tak terkira

Sementara bis mulai beranjak. Rupanya, semenit lewat berbuka, jalan sudah mulai lancar, mungkin karena beberapa pengendara mobil dan motor memutuskan untuk meminggirkan kendaraannya di warung-warung yang makin menjamur selama bulan puasa

Udara malam mulai terasa dingin, menggigil Zaskia merapatkan blazernya. Akhir-akhir ini ia merasa kurang fit, dingin sedikit, tulang-tulangnya langsung terasa nyeri, mungkin akibat kurang olahraga, mengenyit wajah Zaskia mengingat ajakan Mbak Evi untuk ke gym, sore tadi, hmmm, mungkin minggu depan akan diiyakannya, mengingat kondisi jalan yang begini padat, Zaskia merasa lebih baik pulang agak lambat, yah seminggu sekali pulang agak malam, batin Zaskia sambil mengingatkan dirinya untuk minta izin bos kecilnya, Ajma

Ah Ajma, kini ingatannya melayang pada gadis kecilnya yang mulai berulah. Bangun sahur dengan mata terpejam dan mendadak sensitif, meski kalau disuruh tidur lagi, matanya mendadak membundar dan bibirnya cemberut. Hahaha, geli hati Zaskia mengingat ulahnya.

Ponselnya bergetar pelan, Zaskia refleks merogoh tasnya. Sebait sms masuk, “met buka puasa, dek…semoga ibadah kita hari ini diterima ALLAH”, dari Aa Yudi, seorang sahabat. Cepat jemari Zaskia menari diatas tombol ponsel, “aamiin Yaa Robb…sama-sama Aa…”

Zaskia menghembuskan nafas pelan sambil tersenyum, ia merasa hidupnya tak pernah sepi, selalu penuh warna, dan menikmatinya bersama banyak sahabat adalah salah satu dari banyak hal yang disyukurinya di setiap detik nafas. Sungguh ALLAH Maha Baik, desisnya lembut.

Ia selalu ingat bagaimana jatuh bangun dinikmatinya dalam muhasabah…dalam sepenuh rasa rindu dan cinta….tak dapat dipungkirinya, air mata yang diciptakan ALLAH baginya begitu mudah jatuh menemani banyak peristiwa, “kamu cengeng, manja”, masih terngiang ucapan mertuanya dulu, saat ia adukan perlakuan mantan suaminya. Sejak itu, tak seorangpun yang menjadi tempatnya mengadu, kecuali ALLAH dan sajadahnya di dini hari, dimana ia memulai perjalanannya mengenal Sang Maha Mendengar…Sang Maha Baik….Sang Maha Melindungi…

Jujur, hatinya masih terasa teriris setiap kali teringat episode terbesar di hidupnya itu, 2 tahun berlalu dan perihnya masih menunggu disembuhkan. Zaskia merasa tidak pernah menutup hati, namun ia percaya sepenuh jiwa, ALLAH menunggu waktu yang terindah untuk menganugerahinya pendamping dan ayah untuk Ajma. Tersenyum Zaskia mengulang kata-katanya, waktu yang terindah…

Bis melaju tenang memasuki kotanya, Zaskia beranjak dan bersiap turun. Matahari telah genap tenggelam, dan kota kini berselimut cahaya lampu.

Dingin masih menggigiti tubuh mungil Zaskia, saat ia meluncur dengan ojek menuju komplek rumahnya. Entah kenapa, dingin kali ini nyaris membuatnya mati rasa, dalam ke hati, tak habis heran Zaskia mendapati betapa rapuh tubuhnya kini

Motor meluncur cepat, secepat degup jantung Zaskia yang mengkerut di jok belakangnya, sungguh rasanya tak karuan, Batinnya khawatir, jika jatuh sakit bisa sangat-sangat merepotkan

Rumahnya sudah terlihat saat Zaskia memasuki belokan kedua kompleknya, keningnya berkerut kaget, ada sebuah mobil hitam bermerk eropa parkir tepat di depan rumahnya. Ah, siapa pemilik mobil itu?salah satu teman Mas Banyu, kakaknya?ah, Zaskia merasa belum pernah melihat mobil dengan nomor cantik B 321 NO Itu.

Dengan hati penuh tanya, Zaskia melangkahkan kaki memasuki rumahnya. Terdengan sayup suara Ajma mengoceh nyaring dan suara laki-laki bernada rendah menyahutinya. Suara yang sangat dikenalnya. Mendadak, jantungnya berdegup kencang.

Ruang tamunya terang benderang, dan 2 kepala serentak menengok ke arahnya. Wajah mungil pemilik salah satu kepala itu membelalak kaget, mata bundarnya sedetik penuh kebingungan, pelan, ia berdiri menyambut Zaskia dan berdesis pelan, “Bunda, ayah datang”.

Dan laki-laki itu berdiri tegak menghadapnya. Masih dengan senyum yang sama, wajah yang sama, dan sikap arogan yang sama. “Malam Bunda, kamu tambah cantik dengan kerudung”, ya, masih dengan suara dan nada merayu yang sama, dunia Zaskia mendadak mundur di suatu masa, saat ia putuskan meninggalkan laki-laki tampan ini

Zaskia menarik nafas panjang, menggapai kekuatan dalam desah zikirnya menjeritkan nama ALLAH. Ah, Robb, cobaanMU takkan mungkin seberat ini. Dan suara kecilnya mendesis paksa, “Malam, Reno”.

“Bundaaa, mau minum?Ajma ambilin ya?bunda cape ya?”, rentetan celoteh Ajma membawa keduanya ke masa kini, di rumah orangtua Zaskia, 2 tahun setelah perpisahan mereka

“Iya sayang, biar bunda ambil sendiri, mau mandi dan sholat juga. Ajma temani ayah ya. Permisi Reno, saya tinggal dulu”, pamit Zaskia tanpa memandang wajah mantan suaminya, Reno Angkoso

“Iya bunda”, senyum Ajma menguatkan, seolah membaca suasana hati bunda tercintanya saat itu. Lalu ia palingkan wajah mungilnya ke senyum laki-laki pertama yang dicintainya, Ayahnya, ayah yang selama ini dikiranya hilang, pergi jauh. Berjuta pertanyaan yang telah lama disimpannya, sejak tadi tak habis-habis dilontarkannya, kini pertanyaan terbesarnya, “Ayah, kemana aja, ga kangen ya sama Ajma?”

Sayup Zaskia mendengar pertanyaan itu dan mendadak mata dan hatinya terasa perih. Subhanallah, gadis kecilnya pasti menyimpan tanya itu begitu lama, tanya yang tak dapat dijawabnya.

Tak habis pikir dalam benak Zaskia, bisa-bisanya laki-laki itu datang setelah mati-matian ia jatuh bangun menata kembali hidupnya, menyelamatkan sekeping hati sebelum kehancurannya. Hidupnya dan Ajma telah mulai tertata rapih, secara materi, kini Zaskia benar-benar mandiri, tanpa dibantu kakaknya lagi, tanpa dibantu siapapun lagi.

Perlahan Zaskia melangkah menaiki tangga menuju kamarnya, sesampainya di atas, baru disadarinya, rumahnya kosong. Dimana mama papanya?dimana mas Banyu?

Ah baru ingat, buka puasa pertama, seluruh keluarganya biasa sowan ke rumah budenya, kakak mamanya yang tinggal sendiri, di Tangerang sana. Pagi tadi mamanya menelfon untuk memintanya pulang lebih cepat. Zaskia dengan berat hati tidak bisa memenuhinya, pekerjaannya lumayan banyak hari ini. Dan Ajma memilih di rumah menunggu sang bunda ditemani Bik Amah.

Hmm, pilihan waktu yang tepat, koq Reno bisa tau ya?apa dia masih ingat kebiasaan keluarganya? Padahal, kalau ada mas Banyu, bisa jengah dia dipelototi abang satu-satunya itu

Setelah mandi dan sholat, Zaskia merasa tubuhnya fresh kembali. Kini ia turun menuju dapur, menjumpai Bik Amah yang tengah membuat susu coklat panas, favoritnya

“Susu untuk siapa bik?”Tanya Zaskia

“Eh non, buat non Zaski, non blom buka khan?ada gule, non. Tadi ndoro putri pesen suruh dipanaskan kalo non Zaski datang. Ini sudah panas, non. Makan ya non”, pembantu setia nya itu nyerocos dengan mimik penuh kekhawatiran

“Iya bik, saya makan. Ajma udah makan khan?”

“Udah non, tadi bibik suapi pake sosis. Hmm, non, maaf ya”, kini wajah Bik Amah tertunduk dalam

“Maaf kenapa bik?” Tanya Zaskia sambil duduk dan memulai makan malamnya

“Itu den Reno datang, tadi bibik langsung suruh masuk, pas datang itu non Ajma belum bangun tidur siang, trus pas liat ayahnya, dia senang sekali, non. Tadinya bibik mau telfon non Zaski, tapi ga boleh sama non Ajma, katanya takut ayahnya disuruh pulang. Maaf ya non, bibik jadi bingung”, kata Wanita paruh baya itu setengah menangis.

Senyum Zaskia mengembang penuh sayang. Wanita ini lebih tahu dari siapapun soal hidup Zaskia, sejak ia kecil, menikah, punya anak, dan bercerai, Bik Amah lah yang selalu ada, menghapus air mata Zaskia dengan secangkir susu coklat, seperti yang sekarang ia lakukan. Rupanya bik Amah tahu betapa kacau hatinya dengan kedatangan Reno. “Hmm, ga apa-apa bik, bibik ga salah koq. Terimakasih susu coklatnya ya bik. Saya makan dulu ya? Bibik silahkan kalau mau tarawih, saya di rumah saja”.

“Iya non, bibik tarawih dulu”, lega tergambar di wajah tua Bik Amah, ia bergegas berangkat ke Masjid

Lama Zaskia menikmati makan malamnya sambil berfikir, apa maksud kedatangan Reno. Ocehan Ajma masih sayup terdengar, Zaskia memutuskan untuk segera menyelesaikan makannya, dan menghadapi Reno, bertanya yang harus ditanya, dan cepat mempersilahkannya pergi. Makin cepat makin baik, putus Zaskia

Hening mendadak saat Zaskia memasuki ruang tamu, sambil tersenyum ia menghampiri gadis kecilnya dan berkata lembut, “sayang, bunda boleh bicara sebentar sama ayah?Ajma main dulu ya di atas?boleh sayang?”

Kepala Ajma menoleh ke ayahnya, Reno tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
“Iya bunda, boleh. Ajma nonton Toy Story ya bun?”, jawab Ajma kenes

“Iya sayang”, senyum Zaskia perlahan menghilang seiring menghilangnya sosok Ajma menaiki tangga menuju kamar mereka. Kini wajah lembutnya mengeras, ia menatap mantan suaminya lekat-lekat, setengah berharap pandangannya bisa menghapus separuh saja rasa perih dihatinya

“Reno, tolong jelaskan, apa maksudnya ini?2 tahun. Dan sekarang?”, tanya Zaskia to the point

“Aduh bunda, cantik, mesti ya kita ngebahas ini?ga boleh ya aku nemuin kamu dan Ajma?kita lupakan saja ya, anggap saja 2 tahun ini waktu introspeksi, dan ternyata aku ga bisa ngelupain kamu”, rayu Reno sambil berusaha menggapai tangan Zaskia yang terkepal dipangkuannya

“Tolong Reno, jangan kurang ajar”, desis Zaskia refleks menarik tangannya, nafasnya mulai tak teratur, menahan amarah yang mulai merambati hatinya. “Aku terima kamu disini cuma karena Ajma. Dan kamu tahu, hak asuhnya penuh ditanganku. Terusterang, aku ga mau menghalangi haknya bertemu kamu, tapi semua ada aturannya. Take it or leave it”, tutur Zaskia panjang lebar

“Oke oke, kamu benar-benar berubah, Zaskia. Maaf 2 tahun ini aku tinggal di rumah Oom Tjondro di Melbourne, aku perlu waktu menenangkan diri. Sekarang aku kembali ke Jakarta, tinggal di rumah mama di Cakung. Aku mau dekat kamu dan Ajma. Please Zaskia, apapun aturannya, aku janji akan ikuti, asal bisa dekat kamu. Percayalah Zaskia, aku masih sayang kamu dan Ajma”, Rayu Reno

Amarah Zaskia semakin menjadi mendengar penuturan Reno, tak habis pikir, menenangkan diri??hah, bukan dia yang harus menghadapi trauma disakiti hati dan fisik, bukan dia yang harus menghadapi keluarga besar yang menuntut beribu penjelasan, dan bukan dia yang harus menghadapi rengekan Ajma mencari ayahnya. Bukan dia! Dan sampai detik ini, belum sempat Zaskia memikirkan dirinya sendiri. Teganya dia bilang begitu!dasar manusia egois!ga punya hati! Astaghfirullah Yaa Robbiy….Zaskia tak kuasa memaki dalam hati.

“Zaskia…”, Reno tampak khawatir, wajah Zaskia terlihat merah padam,bibirnya terkatup rapat. Diam. Dan matanya, seperti ingin menelannya bulat-bulat. Hih, tak sadar Reno bergidik dalam hati. Ini bukan seperti Zaskianya yang lembut dan penurut.

“Oke, begini aturannya. Kamu boleh datang ketemu Ajma, sebulan sekali, diusahakan weekend. Boleh bawa dia jalan-jalan. Tapi pulang sebelum jam 9. Sementara ini tidak boleh ajak Ajma nginep, lihat perkembangan nanti. Jelas? Soal tunjangan, kamu tahu sudah ditentukan di pengadilan. 2 tahun kebelakang aku ga akan hitung, tapi bulan depan kamu bisa langsung kirim ke tabungan Ajma”, jelas Zaskia tanpa ekspresi, ia takut emosinya meledak tak kuasa ditahannya

“Jelas, Zaskia. Apa benar seperti mamaku bilang, kamu sudah tidak punya cinta lagi untukku Zaskia?aku ga pernah berhenti memikirkan kamu dan anak kita…”

“Anak kita?ah, sudahlah Reno, bahkan kamu ga pernah mau tahu apa kesalahanmu. Bagaimana menyesali? Now, listen to me carefully, cerita kita sudah selesai. The end. Jangan berharap aku akan jadi Zaskia bodohmu lagi. Ok, kayaknya urusan kita sudah selesai. Karena ini malam sekolah, aku persilahkan kamu segera pamit pada Ajma. Kamu bisa datang lagi weekend nanti. Ok?”, putus Zaskia sambil beranjak memanggil anak gadisnya

Ajma belari-lari kecil menyambut panggilan bundanya.

“Ajma, besok sekolah pagi, jadi ayah pulang dulu ya, sabtu besok ayah datang lagi”, jelas Reno sambil memeluk Ajma

“Iya ayah, janji ya. Jalan-jalan sama Ajma khan? Ke seaworld?”, tanya Ajma sambil bergelayut manja di lengan ayahnya

“Iya sayang, ayah pulang dulu ya, jangan nakal ya Ajma, jagain bunda, ok?” Kata Reno sambil melirik Zaskia yang berdiri mematung

“Iya ayah. Bunda, yuk bobok, ceritain Ajma buku Rasul, yang baru itu, Ajma sukaa sekali. Daaah ayah…”, celoteh Ajma mengiringi mobil mewah milik ayahnya, berlalu

Dan ditempat tidur mereka malam itu, setelah dibacakan cerita dan berdoa,
“Bunda, aku senang ayah datang, tapi aku ga senang bunda sedih karna ayah datang. Ajma bingung”, kata Ajma pelan, dengan mata setengah terpejam

Zaskia terdiam. Ia tahu tak baik berbohong pada Ajma, tapi Ah Robbiy, aku harus bilang apa?

“Bunda ga sedih koq, bunda senang kalau Ajma senang”, sahut Zaskia pelan

“Hmmmnmya bundda”, gumam Ajma tak jelas, rupanya sudah hampir sampai di negeri mimpi

Sambil tersenyum, diselimutinya sang permata hati, satu-satunya alasannya tersenyum setiap pagi, bersyukur dipilih ALLAH menjadi bundanya

Dan dalam hening malam itu, kembali Zaskia merasa, hidupnya memang ga akan pernah sama lagi, terluka membuatnya bersyukur banyak hal, namun tetap tak sama. Ia bukan lagi Zaskia yang lemah, yang diam saat diusik harga dirinya, yang menyerah saat kekuatan laki-laki itu menyakiti fisik, terlebih hatinya. Tak terbayangkan jika harus mengalami lagi siksaan-siksaan itu. Dan ya, sepenuhnya ia sadari, hidupnya adalah kehendak ALLAH. Kenyataan ia masih mampu berdiri sendiri, mencintai Ajma dan keluarganya, mencintai dirinya sendiri, benar-benar Kuasa ALLAH. Bila mengingat semua hal yang dulu dialaminya, mestinya ia sudah tak lagi berjiwa. ALLAH, Dia lah pemilik raga dan jiwa.

Sebuah tone terdengar pelan. sms masuk ke ponsel Zaskia. Enggan, ia meraih ponsel di ats meja rias, dan mulai membaca,
“Assalamualaikum Zaskia, bagaimana puasa pertamanya?bagaimana Ajma, sudah ikut puasakah?jujur, saya ingin sekali bertemu Ajma dan bundanya. Ini kalau kamu berkenan bertemu si fakir ini. Kabari ya. nitenite, semoga ALLAH menjaga kalian berdua”. Dari Kahfi.

Menghangat hati Zaskia. Tak dapat dipungkiri, pemuda ini berarti sesuatu di hatinya, meski ia tak yakin apa sesuatu itu. Tak perlu lama, Zaskia membalas smsnya,
“Wa’alaikumussalam Mas Kahfi.Alhamdulillah kita berdua sukses puasa hari ini Insya ALLAH. Ketemu?boleh saja. Kamis, 2 hari lagi, silahkan datang untuk buka puasa di rumah mungil kami. Nanti saya sms lagi alamatnya.nitenite, aamin untuk doanya.”

Dan puluhan kilometer dari kamar Zaskia….

Lama Kahfi memandangi barisan huruf di layar ponselnya. Zaskia mengundangnya buka puasa dirumahnya?apa tidak salah baca ya? Setengah gemetar, dibalasnya sms itu,
” Subhanallah Zaskia, kamu serius dengan undangannya? Tentu saja aku bersedia datang, dengan senang hati. Sampaikan salamku untuk Ajma. Terimakasih banyak Zaskia. Terimakasih.”

Rasanya Kahfi ingin melompat-lompat. Tak menyangka wanita lembut itu akhirnya menunjukkan repon positif. Ah, jangan-jangan ia hanya gede-rasa alias ge-er, tukas suara hatinya. Ah, whateverlah, positif atau tidak, yang jelas ini sudah mampu membuat Kahfi terbang melayang-layang. Hmm, jatuh cinta ternyata bukan cuma milik anak baru gede, Kahfi yang notabene berpengalaman dalam hal wanita dan cinta, ga mampu menahan perasaan menggebunya, pada seorang wanita dengan kecantikan yang sederhana, namun cukup membuatnya mabuk kepayang. Tak terhitung dalam sehari, Kahfi berkhayal beristrikan Zaskia, menjadi imam dalam keluarga kecilnya, menyempurnakan ibadah, menyempurnakan rasa syukur dengan saling mencintai karena ALLAH. Subhanallah Robbiy, semoga Engkau Ridho”, bisik Kahfi menutup harapannya terbesar hari ini

Ponselnya berbunyi lagi, telfon masuk. Tanpa memandang layarnya, Kahfi menyebut nama yang tengah melayang-layang di benaknya,
“Assalamu’alaikum Zaskia”

“Kahfi?siapa Zaskia?ini Ranti fi, lagi apa sayang?”, dan itu bukan suara Zaskia, samasekali bukan dia

Kahfi terdiam sejenak. Menyadari kesalahannya, dan mendadak menyesal sudah teledor mengangkat telfon tak diharapkannya. “Hmm, ada apa Ranti?”

“Ga ada apa-apa, duh segitunya kamu langsung berubah sinis. Siapa sih Zaskia?pacar kamu ya?”, desak suara itu bernada merajuk

“Bukan urusan kamu, Ranti. Maaf sudah malam, ada perlu apa menelfon saya?”, tanya Kahfi enggan

” Iya deh, galak banget kamu. Aku telfon mau ajak kamu jalan malam ini, aku dapat undangan di Hardrock, kamu temani aku ya?nanti aku jemput. Mau ya?”

“Aduh Ranti, maaf aku sudah berhenti datang ke tempat-tempat seperti itu. Kamu salah mengajak aku. Sudah ya, saya benar-benar capek. Lain kali kita ngobrol lagi. Ok Ranti? Assalamu’alaikum”, Rasanya Kahfi ingin langsung menutup telfonnya, kalau tak ingat sopan-santun

“Hmm, gitu ya. Ya sudah, tapi lain kali, kamu harus kasitau aku alamat kamu, nanti langsung aku jemput. Janji ya sayang?”, desak Ranti masih dengan nada merayu

Kahfi benar-benar jengkel, salampun tak dijawabnya. Sepertinya tidak perlu lagi sopan santun, ia tutup telfon. Dan mematikannya segera. Repot berurusan dengan wanita macam Ranti.

Menguap sudah bayangannya tentang Ranti yang anggun dengan kerudung. Wanita yang menelfonnya barusan jelas-jelas jauh dari sosok wanita shalihah yang didambanya. Jauh dari sosok Zaskia.

“Kau benar-benar jatuh cinta, Kahfi, ” cengir Kahfi menutup malam itu, ia beranjak untuk berwudhu dan segera merebahkan tubuhnya sambil berharap, mimpi membawanya segera ke hari kamis, saat pertemuannya dengan sang pujaan hati…

Sementara itu, Zaskia belum juga dapat memejamkan matanya. Zikir dan Shalawat yang terus diderasnya entah kenapa malah makin menyegarkan badannya, perlahan gundahnya mereda, namun kantuk tak jua datang

Ia beranjak dari tempat tidurnya, mengambil Al Qur’an kecilnya, duduk di sofa mungik di ujung kamar, dan mulai membaca, huruf demi huruf, khusyu berharap kedamaian dalam setiap ayat, dalam setiap tarikan nafasnya mengikuti tajwid dan makhroj indah milik Tuhannya Yang Maha Indah

Perlahan, Zaskia seperti masuk dalam dunia penuh damai, sendiri di tengah malam, hanya ia dan ALLAH. Dan tak sadar, kepalanya bersandar ke bantal panjang sofa itu, menemukan kenyamanan pada serangan kantuk yang terasa bagaikan hadiah terindah, dan dalam hitungan menit, Zaskia terlelap dengan Al Quran dalam dekap dadanya.

Sunyi dalam lelap…berharap nafas masih tersisa sebagai anugerah ALLAH, tanda kekuatan menjalani hari.

Tanda kehendak ALLAH memiliki hati dan jiwa…

Nitenite all…Barakallahu ^_*

7 Komentar (+add yours?)

  1. alia
    Okt 10, 2010 @ 12:54:14

    ditunggu cerita buber hari kamisnya mba🙂
    hehehe…

    Balas

  2. alia
    Okt 11, 2010 @ 12:49:38

    he em mba
    peluk juga.. ^_^

    Balas

  3. Laki-laki Biasa
    Okt 12, 2010 @ 09:48:40

    Aa’ diundang gak buka puasa nanti? hehehe…

    Balas

  4. indah
    Des 06, 2010 @ 11:57:58

    ditunggu y mb kelanjutannya…jd penasaran nih…🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: