menulis diatas pasir…

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang
sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan,
mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya.
Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan
tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir; HARI INI,
SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis,
dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya
kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun
nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang,
dia menulis di sebuah batu; HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU
MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya,
“Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di
atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu ?”
Temannya sambil tersenyum menjawab, “Ketika seorang
sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas
pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus
tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa
terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita,
agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik
karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah
untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu.
Belajarlah menulis diatas pasir…

ah dear…what a nice story isn’t it?

dan Allah berfirman…”…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)

Ya Robb, kumohon..jadikan hatiku mampu memaafkan…sebesar apapun sakit kurasa..Irhamna Ya Robbana…maafkanlah aku…

aamiin Allahumma aamiin…

Thank You Allah…

dear,

di senin sore di bumi Allah yang indah ini…Subhanallah…Amazingly today, Allah kembali menegurku dengan indah.. 🙂

dear, selalu kuminta Allah memberiku rasa ikhlas menerima semua ketetapannya, meskipun kali ini membuat hatiku terasa sangat sangat teramat sakit…tp kucoba sadari Insya Allah ini yang terbaik untukku…Insya Allah aamiin…

and today, Allah memintaku menyerah…setelah semua cara kucoba, semua jalan kulewati, masih tak ada maaf…dan aku menyerah…

menyerah krn kurasa lelah, dear…sakit…dan lelah…aku sungguh tak berdaya Ya Robb…kuserahkan semuanya hanya padaMu..Ya Aziiz..Yang Maha Perkasa…hanya kuharap ampunan dari Mu..bukan  dari yang lain…ya, hanya dari Mu…

Ampuni aku Ya Robb…ampuni khilafku sehingga membuatnya begitu membenciku…ampuni khilafku sehingga membuatnya merasa aku tak pantas diberi maaf..ampuni khilafku yang membuatnya merasa berhak menghakimiku sepertiMu..Naudzubillah..Irhamna Ya robbana…

Buka pintu hatinya Ya Robb..hingga ia melihat kebenaran…

terimakasih Ya Allah..telah memberiku kekuatan melewati hari ini..Thank You My Robb..Thank You Allah..I Love You… 🙂

memaafkanmu…

Dalam Jami’urrasil karangan Imam Ibnu Taimiyah disebutkan bahwa Imam Ibnu Taimiyah ditanya tentang maksud dari Sabar yang baik dan memberi maaf yang baik, serta hijrah yang baik, juga pembagian antara manusia yang taqwa dan sabar. Imam Ibnu Taimiyah menjawab, “ALLAH SWT memerintahkan Nabi-NYA untuk hijrah dengan baik, memberi maaf dengan cara yang baik, dan bersabar dengan baik. Hijrah yang baik adalah hijrah dengan tidak menyakiti, memberi maaf yang baik adalah memberi maaf tanpa ada rasa penyesalan, sabar yang baik adalah sabar yang tidak pernah mengeluh.

(dicopas dr sini)

Astagfirullah…tak mampu aku membendung air mata ini dan ah, apa ini, sakit itu…subhanallah…betapa masih sulit hamba memaafkan dia…sakit ini datang dan datang lagi…Irhamna Ya Robb…ampuni hamba…ampuni ketidakberdayaan hamba 😦

Ya Robbana, sinari hamba dengan cahayaMu…beri hamba kemampuan untuk ikhlas menerima semua ketetapanMu ini…

dan ah, tak seharusnya aku membenci dia Ya Robb, kepedihan itu telah mendekatkanku padaMu..apalagi yang kuharapkan?ini semua lebih dari yang bisa aku minta…

kepedihan yang membuatku tersungkur dihadapanMu…kepedihan yang sama yang telah mengoyak dan menghapus cinta pada makhluk fanaMu itu…kepedihan itu…

masih terasa sakit Ya Robb… 😦

tapi kali ini, kurasa sakit yang indah..indah karena kurasakan kehadiranMu Ya Robb…karena janjiMu..karena CintaMu…kebahagiaan tidaklah kekal, juga tidak kepedihan itu…

Subhanallah…

dengan namaMu…aku memaafkanmu mas…

semoga Allah memaafkanku..aamiin.