Senandung Cinta (Chapter 7)

Pagi di kota singa, Singapura

Seorang pemuda melangkahkan kaki tak tergesa, menyusuri jalan terfavorit di kota itu, Orchad Road. Bibirnya komat-kamit berzikir dalam hati, dan wajahnya yang tampan khas asia, tampak sedikit lelah

Seminggu sudah Kahfi ditugaskan kantornya ke kota itu. Ini hari terakhirnya. Meeting dengan seorang calon klien dan presentasi tak berkesudahan minggu ini ditutupnya dengan kontrak bernilai besar, sebuah prestasi yang cukup baik, begitu puji Managing Directornya ketika Kahfi menelfon memberi laporan

Dan hari ini, sebelum jadwal penerbangannya sore nanti, Kahfi beniat mencari beberapa buku dan oleh-oleh untuk orangtua dan gurunya, seperti yang biasa Kahfi lakukan setiap kali bertugas ke luar negeri

Pagi itu, jalan terkenal itu belum terlalu disesaki manusia yang lalu-lalang, Pukul 09.30, dan Singapura baru menggeliat bangun dari tidurnya. Kahfi berjalan santai menyusurinya, sambil sesekali mengecek email dari smartphone di tangannya.

Sampailah Kahfi di sebuah Mall, seingatnya, ada toko buku besar di lantai 2. Begitu memasuki mall tersebut, ada sebuah toko yang menarik perhatiannya, sebuah toko jam mewah, dan di eletase depan yang memajang puluhan jam, ada sebuah jam wanita yang cantik dengan merk terkenal. Tiba-tiba Kahfi teringat pada wanita yang baru saja di sms nya, Zaskia. “Apa pantas kalau ku belikan jam ini?”, bathin Kahfi. Ia takut Zaskia malah jadi tersinggung.
Lagi

senada cinta (chapter 5)

“bundaaaaaaaaaaaaaaaaa…….!!!bundaaaaaaa……!!”,teriakan melengking dan panjang, khas gadis kecil membahana seantero rumah, saat matahari belum sempurna memamerkan keindahannya

Zaskia membuka sebelah matanya, menyadari benar, suara menganggu itu milik permata hati satu2nya, Ajma. Namun, kantuk yg belum sempurna tertuntaskan membawa Zaskia kembali ke alam mimpi…

“Bundaaaaa!!!Banguuuunnnn!!Banguuuunn!!Bangguuunnn!!!”, kini suara itu mendesak dan ga lama berubah menjadi rengekan, “Bundaaaa, banguunnn, huhuhu….banguuunnn…”

Tersenyum Zaskia, meski kedua matanya masih rapat terkatup.”Mmmppphhh…iya sayaaang, bunda lg pgn males2an niyy, khan libuuurrr.kenapa siy sayaang?Ajma mau apa?”

“Bundaaa, banguun duluu, liat niyy Ajma udah cantik, mau ajak Bunda jalan2”

“Ha?”, kini Zaskia benar2 bangun, terduduk, dan baru menyadari, ia tertidur dengan mukena dan sarungnya, ah, rupanya ia tertidur sehabis Shalat Subuh tadi. “Jalan2????”, kemana sayaang?”

“kemana aja”, sahut Ajma kenes. “ke rumah Opa Bule boleh”, Jawab Ajma lagi, kali ini dengan senyum lebar

“Opa Bule?”, Ah, hampir Zaskia lupa,  itu sebutan Ajma utk Mr Matthew, bosnya.”Lho, koq bisa tau kt mau ke Opa bule, pumpkin? khan bunda blom cerita”

“hehehehe…tadi hp bunda bunyi dari opa bule, Ajma angkat, kt opa bule, cepet bangunin bunda, trus ke rumah opa bule, oma bule juga ngomong, trus Ajma udah dibeliin boneka sama gula2 bulet yg besar, warnanya pink. ya udah, Ajma bilang, oke”, jelas Ajma panjang lebar

“Yaaa ampuun, Ajma…koq udah oke aja, blom tanya bunda?trus kt naek apa kesana?”

“mobil yangti aja”, sahut Ajma dgn entengnya mengusulkan mobil mama Zaskia, eyang putrinya

“hmmm, udah tanya yangti blom?nanti klo mobilnya dipake, gmn?”

“Aku udah tanya yangti, boleh katanya”, jawab Ajma tenang

“hahahhaha…iya deh, bunda nyerah, anak bunda mau jadi apa siy?pinter amat ngatur2 bundanya xixixixixi”

“mau jadi bos!”, sahut Ajma sambil melompat2

“hahahhahaha…aamiin…bos yg shalihah yaa. yaudah, bunda mandi, dhuha, trus kita brangkat yah. ntar kt mampir ke Margo, beli kue utk opa n oma bule, setuju bos kecil???”

“setujuuu bunda bos…xixixixixi”, kini yg terlihat hanya kuncir kudanya yg menari2, Ajma sudah menghilang dibalik rumah2an bonekanya

Zaskia tersenyum lebar. Makin hari  ia selalu dibuat terpana, gadis kecilnya sudah mulai besar, sudah punya cita2, sudah pinter ngatur bundanya, “gawat, pikir Zaskia, bisa kalah set lama2 bundanya hehehhe”.

mesin mobil mungil itu mengaum pelan,  membawa 2 penumpangnya melintasi Jalan Margonda, menuju mall terbesar di kota itu,  seperti niat mereka, mencari buah tangan utk pasangan yang akan mereka kunjungi

Ajma ga henti2 berceloteh, sementara Zaskia mengangguk2 senada ocehan putri kecilnya sambil melantun zikir paginya dalam hati.

sepagi itu mall sudah padat pengunjung. Dua perempuan cantik, bergandengan tangan menuju counter donat tepat di kanan atrium mal itu, dimana sedang berlangsung pameran mainan merk ternama, lengkap dengan acara panggung boneka, sehingga panggung dipadati anak2 kecil dengan celotehan2nya. ribut sekali

“Ajma, abis beli donat langsung pergi ya sayang, biar ga kesiangan, khan Ajma mau brenang di rumah oma bule”, bisik Zaskia ke telinga mungil Ajma

“mmmm….liat boneka, boleh?” Ajma menjawab dgn muka memelas, sejak masuk mal, matanya ga lepas dari panggung boneka itu

“boleh, tp Ajma ga bs brenang klo udah siang. terserah, it’s ur choice”.

“mmm, iya deh, Ajma mau brenang”, putus Ajma, meski wajahnya berubah masam, “ga bs dua2nya ya bunda?”

“sorry hunny, next time aja liat bonekanya, ya,”kata Zaskia lembut sambil mencium kedua pipi gadis kecilnya

sedetik, Zaskia sibuk memilih donat dan membayar di kasir, seperti pesannya, Ajma mengikuti Zaskia dari belakang, meski kepalanya terus menengok ke arah panggung

“ok, Ajma, yuk pergi”, tanpa menoleh, Zaskia menggapai ke sampingnya, tempat Ajma sedari tadi mengekori.

namun, tangannya menggapai udara

Lagi