Detak Jiwa (chapter 8)

Sore yang indah di awal Ramadhan mulia…Kota Metropolitan berdenyut cepat bersama sesak penghuninya, mendesak, bergerak seirama lajunya derap hati…saat setiap hati berharap segera sampai di rumah, dimana Ramadhan terkecap indah dalam hangatnya kekeluargaan

Seorang wanita dalam hijab panjangnya asyik larut dalam tilawah, bersama Quran kecil dalam dekapan tangan halusnya, suara lembutnya berbisik meski tak tertangkap telinga, mengalun indah, seindah surat cinta yang tengah didalaminya

Sejenak kepalanya terangkat, memandang senja yang hampir turun dari jendela bisnya yang terbuka lebar. “Hampir buka”, bisiknya dalam hati. Ciut hatinya menyadari, bisnya benar-benar berhenti sejak 10 menit yang lalu, sejak ia memulai surah AN NUUR, tadi. Macet hari ini benar-benar parah. Menguap sudah keinginannya buka bersama gadis kecilnya di rumah, bisa dipastikan jika terus macet begini, baru 1 jam lagi ia memasuki kota Depoknya.

Zaskia, wanita berhijab itu, menghela nafas panjang. Dibisikkan akhir kalamnya dengan “Maha Benar ALLAH dengan segala FirmanNYA”, dan menutup Quran kecilnya. Ia keluarkan botol minuman dan kotak berisi Kurma dari tasnya, dan bersiap berbuka. Teringat ia akan sabda Rasul, sebaik-baiknya hamba berpuasa, ialah yang mengakhirkan sahur dan mensegerakan berbuka. Subhanallah, indahnya Islam mengatur ibadah mulia ini.
Lagi

Muara Kedamaian (Chapter 4)

“……dan ALLAH Yang Maha Sempurna Sungguh2 telah mengetahui potensi sesat makhluknya yg berjenis manusia, bahwa makhlukNYA yang penuh khilaf ini ga henti2 nya berdebat akan waktu datangnya hari kiamat….suatu perkara yang hanya DIA Yang Maha Mengetahui. Jelas dalam firmanNYA, di Qur’an Kariim Surat Al Mulk ayat 26,” Qul inna maal ‘ilmu indallah.inna maa ana nadzirummubiin” Katakanlah wahai Muhammad, sesungguhnya ilmu (ttg hari Kiamat) adalah urusan ALLAH, aku hanyalah pemberi peringatan…Maha Benar ALLAH…Semoga seluruh raga dan jiwa kita diberkahi ALLAH, sehingga mampu dan mau menerima semua peringatan NYA…aamiin….”

Kahfi masih tertegun pada ayat indah yg didengarnya dari Ustadz Azzam, Ustadz muda, sahabat sekaligus gurunya…Ah, Surat Al Mulk selalu membuatnya tertegun, pantas Ust Azzam mendesaknya utk segera ikut menghafal, bersama jamaahnya yg lain…hmm, mesti diniatkan benar2…Insya ALLAH diaawal Ramadhan ini…

tepukan lembut dipundaknya membuyarkan lamunan Kahfi…Ustadz Azzam merangkulnya dgn senyum lebar, “Ah, Brother, smua sdh plg, dari tadi saya liat, kyknya jd banyak melamun niy ente, what’s up, bro?”

“Ah, bisa aja Ustadz, td tausiahnya ngena bgt, tadz.jd inget utang hafalan hehehe…Insya ALLAH mulai hr ini, gpp khan tadz?”

“At-Tabarok maksudnya?sure, mulai aja, fi…Insya ALLAH pertemuan mgu depan ente bs setor 7 ayat pertama. siap?”

“Insya ALLAH tadz”

“ok, soal hafalan beres, skrg ente bs cerita, darimana datengnya lamunan2 itu?kliatannya ada hal berat bgt, mau cerita?sambil ngopi deh ya”, Ustadz Azzam menggiring Kahfi ke bagian belakang rumahnya, tempat biasa mereka bertukar pandangan, dari soal agama, sampai ke soal pribadi. Buat Ustadz Azzam, Kahfi bukan cuma seorang jamaah, sahabatnya ini ditemuinya dlm keadaan putus asa, bergelimang harta dan pujian, namun jiwanya hampa

Sejak awal, banyak sekali pertanyaan tentang Islam terlontar dari bibir Kahfi, bahkan sempat terbetik dugaan, sepertinya telah sekian lama terpendam di dadanya. Mengenalnya sejak sama2 di SMP Swasta di Bandung, meski beda tingkat, Kahfi adalah jenis pemuda yang setiap wanita akan bertekuk lutut karena ketampanan dan kharismanya. dan seperti yg ia duga, kelemahan Kahfi ada pada Makhluk ALLAH yg satu itu, meski Hidayah ALLAH 3 tahun ini benar2 membuat Ustadz muda ini terus memuji ALLAH, Subhanallah, kini di hadapannya, duduk bersila seorang laki2 Sholeh, yg ketampanannya bersinar karna tetesan air wudhu dan dzikir di sela bibirnya. Subhanallah

“Kahfi, mau minum apa nih?biar nanti uminya Zahra yg buatkan. mi, bikinkan abi kopi ga pake krim, Kahfi?

“sama saja Ustadz”, jawab Kahfi kalem

tak lama, seorang wanita berjilbab dgn wajah lembut keibuan mendekat dengan 2 cangkir kopi hitam. “Silahkan bi, ayo Kahfi, diminum”

“Terimakasih Umi Zahra, maaf merepotkan terus”, sapa Kahfi pada wanita yg sudah ia anggap kakak perempuannya, menggantikan kakaknya semata wayang yang telah menetap di negeri paman sam sana, Ah, ingat Becky dan hidup liberalnya bikin Kahfi geram, tinggal dia, keluarga tercintanya yg menolak disentuh hidayah ALLAH. Hmmmph, Semoga ALLAH membuka hati Becky

“Ah, Kahfi, makin muram aja kyknya ente punya muka, knp, ingat kakakmu lagi?serahkan pada ALLAH, fi, jika tidak dikehendakiNYa, bahkan Rasulullah, Kekasih yang paliing dicintaiNYA pun ga mampu memberi hidayah pada paman yg paling dikasihinya. Serahkan semua pada ALLAH, yg penting ikhtiar. dan ikhtiarmu, Insya ALLAH sudah maksimal”, kata Ustadz Azzam panjang lebar, seperti mampu membaca pikiran Kahfi

“Iya Ustadz, setiap kali ketemu Umi Zahra, jd ingat dia. hmmm, ga ngerti Ustadz, belakangan ini rasanya banyak hal yg ngebebani pikiran saya. jd ruwet”

“fi, setiap yang berjiwa, ALLAH titipkan masalah padanya. tinggal gimana setiap jiwa menyikapinya. mau dibawa susah bisa…dibawa senang juga bisa…yg paling bener mah, ngadu sama yg ngasih masalah. gmn tahajudmu, fi?msh istiqomah?”

“Alhamdulillah, Ustadz, masih terjaga.Insya ALLAH seterusnya”

“Alhamdulillah. tambah rakaatnya. tilawah setelahnya”

“Insya ALLAH, ustadz. hmmm, sbnarnya ada beberapa pertanyaan, tadz, bikin pening”

“hmmm, apa itu?”

Lagi

Rembulan bertasbih (chapter 3)

Matahari beranjak menuju peraduannya…

Zaskia  menghela nafas panjang sambil membereskan beberapa dokumen yg berserakan di meja mungilnya. wajahnya terlihat lelah, seharian ia disibukkan oleh banyak hal yg harus disiapkannya utk acara besok, sebuah fashion show utk koleksi terbaru perusahaannya, yang telah hampir 10 thn memegang lisensi merk jam ekslusive yang diproduksi di switzerland

sesaat Zaskia melirik jam tangan di pergelangan kirinya, “Ah, sudah hampir Maghrib”, desisnya. telfon di mejanya berkedip-kedip, pertanda Mr Matthew memanggilnya ke ruangan kerjanya. “It’s about time”, secepat kilat Zaskia memasuki sebuah ruangan terbesar dan termewah di gedung ini

“Malam Zaskia”, suara bariton menyambutnya dari balik sebuah meja jati besar. Ruangan itu terkesan cozy dengan banyak sofa namun unik karena dijejali dengan banyak barang antik yang ditata cantik, namun tetap terkesan maskulin. sebuah perpaduan yang menarik, mencerminkan karakter pemiliknya

“Malam, pak”, tersenyum Zaskia duduk di hadapan bosnya sambil menyerahkan berkas2 yang telah rapi disusunnya. “Acara besok, Insya ALLAH  berrresss pak”

“Sure, pasti beres sama kamu, Zaski. model yg saya minta, sudah oke khan?”, gumam sang bos,  sambil membuka dokumen yg diserahkan Zaski.

“Oke pak. Catering, MC, dan undangan juga sudah fix, ada di dokumen itu, besok jam 9 gladi resiknya. Hmm, ada lagi pak?”

“oh, ga. sudah bener2 beress berarti. really like the way u work, Zaski, very efficient. only in 1 day?god job, kiddo!”

Terseyum Zaskia mendengar sang bos menutup pujiannya dengan memanggilnya, kiddo. Mr Matthew selalu menganggapnya seperti anaknya sendiri. 5 tahun menjadi asistennya, dan Zaski merasa memiliki keluarga baru

“hmm, kalau begitu, saya boleh pulang, sir?”, tanya Zaskia dengan wajah berharap

“Lho, ga tunggu Maghrib, Zaski?saya rasa masih setengah jam lagi?”

“Ya, pak, habis Maghrib”, Sang Bos benar2 hafal kebiasaannya jika lembur

“Ah, ya, bagaimana kabar Ajma, really miss that pretty ‘lil girl of yours” , wajah laki-laki setengah baya itu mendadak penuh semangat

“Ajma Alhamdulillah sehat, pak. iya, sudah lama tidak saya bawa ke kantor, sedang sibuk adaptasi pak, sekolah baru”

“ya, ya, it wont take so long, Zaski, she’s very smart, just like her mom. u know, my wife always ask about her, Zaski. Maybe u should take her to our house this weekend. mau ya Zaski?her Opa and Oma miss her so much”, kali ini, wajah sang Bos yang penuh harap

Lagi

zaskia, sebuah nama (chapter 1)

di sore yang indah di bumi ALLAH,

Zaskia menyeruput pelan mocca-latte favoritnya sambil berkata dalam hati, “Ah, Robbiy…terlalu banyak hal besar yang tak kusyukuri, terlalu banyak hal kecil yang ku keluhkan…terimakasih untuk kopi nikmat dan waktu luang…” berusaha keras perempuan manis ini menekan keinginannya mengeluh..lagi-lagi keningnya berkerut, memperjelas kerutan halus yg mulai timbul di ujung matanya…

tak disadarinya, seorang pemuda berkemeja coklat memandangnya dari kejauhan. telah lama ia perhatikan wanita manis berjilbab yang sedari tadi anteng duduk sendiri di sofa single sambil menyeruput kopi panas itu…”hmmm, menarik…”desisnya. sedetik tak mengerti, apanya yg menarik..well, profesinya sebagai seorang executive EO di ibukota memaksanya bertemu dengan wanita2 yang lebih menarik, yang pasti, cantik dan sexy…dan wanita itu?rapat terbungkus baju panjang dan jilbab merah muda…tapi entah kenapa, ada rasa teduh saat memandangnya…dan ah, kerut di dahinya, ingin rasanya memeluk dan menenangkan hatinya, apapun akan ia lakukan utk melihat senyum wanita itu…ah, pasti cantik…ups, lagi2 ia terpana, bodoh, belum kenal sudah pikir macam2…” sambil tersenyum kecil, laki2 itu kembali pada barisan tulisan di laptop mungilnya, kembali pada laporan penting yg harus ia kirim via email ke seorang klient penting di london sana.

dan zaskia, masih merenung…sebuah kejadian di kantor hari ini membuatnya terhenyak…tak menyangka, kelembutan hatinya ditafsirkan berbeda…dan ini bukan yang pertama…”Ah, serba salah, desis hatinya, ALLAH menganugerahinya suara lembut dan hati yang tidak ingin menyakiti siapa pun,siapa pun…tapi kali ini, benar2 menjadi bumerang baginya. keningnya semakin berkerut dan butiran bening perlahan mengaliri hidung bangirnya. dia menangis dalam diam

bagi org yang baru mengenalnya, tak kan mengira, wanita bertubuh mungil ini telah mengalami banyak  pelajaran hidup. pernah mencintai sepenuh hati dan dikhianati segenap jiwa.menikah dan berpisah, menegarkan jiwa bersama seorang gadis mungil yang memanggilnya, bunda.

3 tahun yang panjang dan penuh hikmah. ya, hidup mengajarkannya bersabar dan mengambil hikmah.

dia bukan wanita tanpa pesona. tak sedikit laki2 rela menyerahkan apapun untuk mendapatkan hatinya, meski tak sedikit laki2 yang mendapatkannya justru menghancurkan hatinya hingga berkeping-keping, dan kelelahan jelas terbayang di wajah manisnya, sore itu

ya, lelah…

dihapusnya air mata yg terlanjur jatuh dengan gerakan sekenanya, berharap tak satupun pengunjung warung kopi itu memperhatikannya. Ah, perempuan2 sexy pengunjung mal yg lalu-lalang di depan mereka jauh lebih menarik daripadanya, begitu desis hatinya. sebuah senyum tipis membawanya bersyukur, jelaslah sudah, aturan ALLAH Yang Maha Indah bagi muslimah utk berjilbab adalah utk kepentingannya, untuk menjaga kehormatan dan harga dirinya, Alhamdulillah telah genap 3 tahun hidayah itu menghangati hati dan jiwanya.” Semoga hingga akhir hayatku, semoga”, pelan ia berbisik. kepalanya masih tertunduk, persis seperti 1 jam yang lalu, saat ia memutuskan utk duduk sejenak di tempat itu, usai menghadap ALLAH di waktu Ashar yang indah

coffe-latte nya perlahan mendingin, tanda sudah waktunya beranjak pergi..teringat wajah manja, Ajma, putrinya semata wayang. ah, ia janji membelikan donat coklat untuk dibawanya sekolah, besok. maafkan bunda, nak, perlu waktu sejenak untuk sendiri, menghapus wajah sedih saat bertemu kamu. dengan helaan nafas panjang, Zaskia melangkah pergi…

tepat saat Zaskia mengangkat wajahnya utk pertama kalinya, pemuda berkemeja coklat memalingkan wajah, urung mengambil kopi yg semula hendak diangkatnya.

sejenak pandangan mereka bersirobok…

“Subhanallah”, tanpa disadari kedua hati berdesis pelan. Sang pemuda menikmati mata cantik yang terpana di depannya, sedetik…dan mata cantik itu menunduk pelan..

“Robbiy, jaga hatiku”, batin Zaskia, siapa dia?seperti kenal. Ah, ga mungkin. hati2 Zaskia meneruskan langkahnya, jangan lagi, Ya Robb, cukup untuk hari ini. Secepat kilat ia menuju counter donat di sebelah sofa yg baru ditinggalkannya, memesan setengah lusin donat, dan cepat-cepat pergi, sambil menyadari, pandangan pemuda menawan itu menghujam punggungnya. Cepat pergi, Zaskia, hati kecilnya menjerit, sebelum sebuah kepingan hati terakhir terlanjur hancur..Ah, mulai deh lebay, senyumnya simpul, masa baru liat, kenal aja belum, udah khawatir dihancurkan hatinya. Ah, perempuan bodoh, desisnya lembut..

Zaskia perlahan membawa langkahnya pergi, meninggalkan mal megah dan kegundahan hatinya

siapa sebenarnya pemuda itu? dan cerita apa yg akan mempertemukannya denga hati lembut milik Zaskia?

to be continued ya, sahabat….yg nulis mo bobok dulu… 🙂

Kebenaran milik ALLAH, dan ini hanya cerita rekaan belaka, klo ada nama dan lokasi yg sama, yaa afwan deh, beneran ga maksud koq…hehe…see ya

Barakallahu nite, sahabat ^__^

How bad it is…for being me?^__^

As Salam my dear diary….

love sore n myself….haha…so me isnt it? 🙂

but somehow a few people got curious…how it is like..for being me….a single mother with 6th y o boy facing the world…all alone….seems so scary isnt it?

and she asked me that question…how it’s like, ninta?bad, or super bad?

well, when i said, its not too bad….she starts to laugh at me….ah, u just a big lier, she said….

but i’m not…. 🙂

now, i’m telling u all the truth….

u see, i always be honest to my self….in life…there’s a bitter sweet…sometimes u laugh…and some other times u cry….there’s a smile icon….and also a sad and a crying one with little tears on it….yup, thats life….i choose to enjoy every minute 🙂

dear, when it comes to an ideal life….u name it….life will be complete when u have someone besides u, to hold n loved…to stand for u in bad n good….till death do us part…..hahaha sound familier isnt it?

but life is not always ideal…. u see, there’s people like me, who has to stand by herself….and still be grateful….every second…. 🙂

i have a special kind of life….with a special son…with a special way to express it….well, u can sometimes found me crying for myself, write in ironic way how bad the condition ruin me, how it’s feel when u envy the perfect….but i got through all that…falling but choose not to fail….just being me…myself …n be proud of it 🙂

and the best part is….ALLAH selalu dekat….it’s always a reason to be grateful, no matter how bad the world made me feel…. just like the day, when i accidentally “found” this ayat…

Dan apabila hamba2 KU bertanya kpdmu (Muhammad) ttg AKU,maka sesungguhnya AKU dekat.AKU kabulkan permohonan org yg bdoa apabila dia bdoa kpdKU.hendaklah mrk itu memenuhi perintahKU & beriman kpdKU,agar mrk memperoleh kebenaran (Al Baqarah 186)

Maha Benar ALLAH….Sang Pemilik Hati….Sang Pemilik Raga Yang Meminta…..ALLAHUALLAHUALLAH……

not blaming her for being so curious…. well, it might be my fault, maybe i seems too fragile to face this world…so i start to worry everybody….

see, i past the worse part….so i believe..Insya ALLAH…i’ll get through everything…as long as i have ALLAH on my side….no fear…no worry….ah, jangan pernah tinggalkan kami, Robb…aamiin

hmmm, i knew i made a lot of mistakes….keep complaining is the worse….but from now on…Insya ALLAH, i’ll keep remaining myself to count all my blessing…..everyday…every single breath i allow to take….

ah, just remember, a friend told me….everytime u allow to open ur eyes in the morning, count all the blessing….for the air…for the age…for more minutes ALLAH gives u….untuk kesempatan beribadah..untuk kesempatan bertaubat….untuk mampu melihat our kids growing….ah, it’s all priceless, isnt it?…so count….and count….till u out of fingers 🙂

so, asking me again, gals….”how bad it is, for being you??”

and my answer is….

nothing bad….its so…GREAT!!!!! ^__^

love u, my dear diary….and please tell all my best friends i love them so much…..karena ALLAH…karena ALLAH….. ^__^

well, i have a big dream, dear….please pray for me….semoga ALLAH Ridho dan mempermudah segalanya…aamin…

take care… ^__^

Previous Older Entries