Bulan di Tepian hati (Chapter 9)

Usai shalat shubuh pagi itu, Zaskia tampak sudah sibuk di dapur, ditemani mama dan bik Amah. Sesekali sambil mengaduk panci berisi opor, Zaskia melirik jam dinding.

“Ma, Zaski tetap ke kantor ya, aku janji mau ketemu orang, tapi ga lama koq, habis makan siang, Zaski langsung pulang”, kata Zaski sambil mengecek piring dan sendok yang tengah dicuci bik Amah

“Iya, gapapa Zas, biar mama sama bik Amah yang atur semuanya. Oya, kamu udah bilang mas Banyu khan?semalam dia ga pulang, katanya ada pemotretan”, kata mama Zaski, wanita separuh baya ini tampak lebih muda dari umurnya, tak cuma mata indah yang diwarisinya untuk anak perempuan sematawayangnya, namun Zaskia juga diwarisinya hati yang lembut sekaligus tegar, beliaulah pelabuhan terindah kedua anaknya, Banyu yang sukses dengan profesinya sebagai fotografer profesional, dan Zaskia, permata hati yang telah menganugerahinya seorang cucu kebanggaan, Ajma. Bagi Ibu Artianty, hidupnya terasa lengkap, meski tak putus doanya berharap kedua anaknya segera menemukan jodohnya.

“Hmm, udah ma, kemarin malam Zaski ud bilang mas Banyu. Eh ma, mama udah kenal ya sama temennya mas Banyu, namanya Sasha. Siapa sih dia ma?Zaski liat fotonya di kamarnya mas Banyu, manis juga, berjilbab lho ma. Sejak kapan selera mas Banyu berubah ya?hihihi”, kata Zaski sambil melingkarkan tangannya pada tubuh gempal mama yang tengah menyiangi sayuran

“Hahaha…kamu bisa aja Zas. Bagus dong kalau masmu suka sama perempuan shalihah, koq malah diledeki?”, senyum mama sambil terus dengan pekerjaannya

“Hehe, iya iya ma, tapi heran aja. Eh ma, nanti Zaski undang Dennis sama istri dan babynya, namanya Deavo, mama belum liat khan?oya, trus ada kenalannya Ajma, namanya Kahfi”, cerita Zaskia sambil lalu, meski tak urung hatinya sedikit bergetar. Baru kali ini ia cerita tentang Kahfi

“Kahfi?itu bukan laki-laki yang nemuin Ajma waktu hilang di mal ya?wah bagus itu, mama pengen kenal, ya kali aja cocok sama kamu”, kata mama menggoda

Sontak, memerah wajah Zaskia. Sambil masih bergelayut manja, Zaskia berusaha menyembunyikan kekikukannya, “ah, mamaaa, Zaski undang karna Ajma. Pas Zaski kasih tau kalau si om Afi nya itu mau datang, dia ga berhenti lompat-lompat, duh, genit begitu turunan dari yangti nya deh kayaknya, hihihihi”

“Hush, sembarangan. Udah sana kamu siap-siap, bangunin Ajma, sebentar lagi jemputannya datang, kamu ke kantor bawa mobil aja Zas, biar cepet pulangnya. Khan kamu mesti ambil lumpianya tante Enno di pondok indah”

“Iya deh ma, makasih udah mau repot ya mama sayang, buka puasa kali ini pasti hebat sama lontong cap gomeh mama. Hmmm, si Dennis udah ribut dari kemarin, kayak yang puasa aja.hahaha…”, kata Zaskia sambil mengecup pipi mamanya

Tiga jam kemudian, Zaskia sudah tenggelam pada kesibukannya di kantor, sampai sebuah sms mengagetkannya,
“Assalamu’alaikum Zaskia, aku sudah terima sms alamat rumah kamu. Insya ALLAH aku datang sore nanti. Boleh aku bawakan puding caramel buatanku? Tidak terlalu enak sih, tapi lumayan lah buat tambahan berbuka. Salam untuk Ajma,saya sudah ga sabar ingin bertemu Ajma dan bundanya. Salam, Kahfi.”

Lagi

saat RamadhanMU berlalu..

hujan deras mengiringi kepergian bulan muliaMU Yaa Robb…

alam seakan menangis..menyesali berlalunya bulan dimana umat muslim seluruh dunia banyak bersujud dan menangis…bulan dimana hawa nafsu dikekang…ibadah diperbanyak…bangun malam seakan kewajiban…

alam seakan menangis..merindukan wajah2 tertunduk..wanita2 cantik berhijab…kaum lelaki menderas zikir dan menjaga pandangan…Ah indahnya bulan Ramadhan…

Ah, andai seluruh umat Rasulullah SAW…umat Allah terbaik ini…berakhlak Ramadhan sepanjang tahun…mungkin alam tak perlu menangis…mungkin hujan turun hanya untuk mengiringi turunnya malaikat2 Allah dlm setiap tetesannya…menjalankan perintah Tuhannya, merahmati seluruh alam..merahmati umat2 terbaik..memberi kabar gembira..ampunan dan ridho Allah…Subhanallah… 🙂

Ya Robbana…jadikan kami golongan hambaMU yang berakhlak Ramadhan..yang enggan menanggalkan ibadah bulan muliaMU..yg tetap berpuasa meski tanpa embel2 kewajiban…yg tak bosan bangun malam untuk menangis..menyesali semua maksiat dan nafsu duniawi..yang santun..yang penyayang…yang dermawan…yang mudah memaafkan…yang tak bosan meminta maaf…hmm..indah khan? 😉

Kabulkan permohonan kami Yaa Robb..kabulkanlah…kabulkanlah..sesungguhnya Engkau Maha mengabulkan permohonan hambaMU…

Selamat Lebaran sahabat..semoga Allah menghapus semua dosa kita…menerima semua ibadah kita…dan menyampaikan umur kita hingga Ramadhan tahun depan..aamiin..

maafin ninta yaa…maafin kesalahan ninta menggores kata…tak pernah terbersit utk mengurui apalagi menyakiti…Semoga Allah merahmati kita…aamiin..

yukk dicicipin opor plus ketupatnya…made in sendiri loh… *ting*

Doa Ramadhan

Wahai Tuhanku, para peminta telah berdiri di pintuMu

Orang2 fakir telah berlindung pada kehormatanMu

Perahu orang2 miskin telah berlabuh di pantai kemuliaanMu

Mereka semua mengharapkan kemurahan Rahmat dan nikmatMu

Wahai Tuhanku, orang2 yg berpuasa telah meraih kemenangan

orang2 yang mendirikan shalat telah beruntung

orang2 yg ikhlas telah terbebas dari kesalahan

Sedangkan kami..adalah hamba2Mu yang berdosa…

Maka kasihilah kami dengan RahmatMu

Muliakanlah kami dengan Anugerah dan KaruniaMu

sehingga kami memiliki kekuatan untuk menerima berkah di bulan Ramadhan ini

Ampunilah kami semua dengan RahmatMu, wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang

Semoga Allah melimpahkan salawat kepada junjungan kami, Muhammad, beserta segenap keluarga dan para sahabatnya.

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam

aamiin Ya Robbana

(Doa awal Ramadhan, Terjemahan Al-Majmu’us sariful kamil)

I wish I could..

I wish I could…
tell him to stay away…

I wish i could..
leave this untrusted love for good..

I wish I could..
leave my best friend as they did..

Ya Allah..I wish I could..
I wish I could…

Ya Allah..Ya Robb..
Jangan pernah tinggalkan aku..
Jangan biarkan aku bersandar lagi pada makhlukMu yang fana..
Karna aku tau pasti cuma ada kecewa..

Ya Robb..
beri aku kekuatan..
untuk pergi dari semua itu..
sebelum kecewa dan sepi berkarat di hatiku..
sebelum semuanya hilang..

Ah Robb..
Izinkan hanya Engkau yang kucintai..
Hanya Engkau dan RasulMu yang mulia…
jangan sisakan sedikitpun untuk makhlukMu yang lain..
Jangan Ya Allah..jangan..
karna aku selau salah..selalu..
Ya Allah..ampuni aku…

Ya Allah, jangan hukum aku jika aku lupa atau bersalah..Jangan bebankan kepadaku beban yang tak sanggup aku pikul..Ampuni aku Ya Allah..Wahai yang Maha mengampuni dosa…

aamiin

(hari ke-3 Ramadhan)

Barakallah Ramadhan…

Subhanallah dear…
menghitung hari…

Ya Robb..sampaikanlah aku di RamadhanMu yang penuh berkah…
Beri kami nikmat sehat dan kekuatan imanMu ya Robb..jangan biarkan kami lagi-lagi membuat kesalahan..menyia-nyiakan RamadhanMu…
Beri kami rejekimu yang halal ya Robb..sbg bekal kami beribadah, terutama di bulanMu yang indahnya lebih dari seribu bulan itu. Izinkan kami rindu dan rindu menangis memohon ampun padaMu ya Robb…
Izinkan kami mendapat semua yang Kau janjikan, Ya Robb…Jadikan Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan yang lalu..Aamiiiiin.

Subhanallah..setahun sudah dear..setahun sudah aku ngelewatin musibah itu..
Syukur Alhamdulillah dear, i’m still here..gak kurang sesuatu apapun..-well, a piece of my heart might be…but it will recover..i knew it 😉

Well, I know, I’m getting better n better each day..Thanks To Allah SWT…Semoga Engkau jadikan aku hamba yang pandai bersyukur…Aamiiiin

Mohon Maaf Lahir Bathin..
Semoga Ramadhan ini membawa berkah buat kita semua…